Musim Kemarau Bikin Pengrajin Perahu di Waduk Jatiluhur Sepi Pemesan

Idin (57) satu di antara sejumlah pengrajin perahu di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta

tribunjabar/ery chandra
Sejumlah perahu di waduk jatiluhur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Idin (57) satu di antara sejumlah pengrajin perahu di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta mengatakan saat ini pesanan pembuatan perahu menurun drastis.

Usaha yang telah dilakoninya sejak 1990 itu makin sepi peminat. Dia mengaku pasrah atas kondisi yang tengah dialaminya.

"Tak ada yang pesan perahu. Sekarang sepi pesanan," ujar kakek empat cucu itu, Minggu (27/10/2019).

Saat ada pesanan, selain memenuhi pesanan dari Purwakarta, Idin membuat perahu jenis pasir dan pariwisata yang dipesan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Bupati Cirebon Sebut Pemilihan Kuwu Serentak Lebih Meriah Dibanding Pilkada, Pileg, atau Pilpres

Semisal, Karawang, Sumedang, Bandung, dan lainnya. Tetapi, sejak tiga bulan terakhir dia tak memproduksi perahu karena alasan sepi pemesan.

Menurutnya, sepi tersebut dampak dari musim kemarau yang panjang melanda kawasan tempat tinggalnya. Padahal sebelumnya dia mampu meraup untung lumayan dari hasil kerajinan tangan berbahan dasar kayu jati itu.

Perahu pariwisata ukuran 8 X 2,5 meter dibanderol Rp 25 juta dan perahu pasir ukuran 7 X 1,80 meter seharga Rp 5 juta.

"Tengah ramai pesanan tak kurang dari empat sampai lima perahu dalam satu bulan. Untungnya lumayan, kalau sekarang sepi sama sekali," katanya.

Dia menuturkan selain terdampak musim kemarau. Kurangnya perhatian dari pengambil kebijakan setempat pun juga menjadi faktor penyebab pesanan perahu menurun. Dia berharap, pemerintah bisa turun tangan dalam hal mempromosikan buah tangan warga.

Ingatkan Warga tentang Indahnya Tarian Tradisional, Tahun Ini Kembali Digelar Indonesia Menari

Idin khawatir ke depan para pengrajin perahu yang berada di Purwakarta, khususnya di Kecamatan Jatiluhur gulung tikar akibat minim generasi penerus.

Walaupun dibalik keterbatasan dan kekurangan itu tak mengendorkan semangatnya untuk tetap membuat perahu.

"Membuat perahu ini bukan hanya untuk meraup untung saja. Tapi juga melestarikan kerajinan tangan yang telah ada sejak dulu," ujar Idin.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved