Breaking News:

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin Syukuran Bersama Relawan dan Tim Pemenangan

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Qomaril Arifin yang lebih dikenal Nurul Arifin menggelar syukuran dan silaturahmi bersama relawan dan tim pemenangan

Tribun Jabar/Cipta Permana
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Qomaril Arifin menggelar kegiatan syukuran dan silaturahim bersama para relawan dan tim pemenangan di restoran khas Sunda, Imah Djoglo, Kota Bandung, Jalan Sumber Endah Raya, Kota Bandung, Minggu (27/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Qomaril Arifin yang lebih dikenal Nurul Arifin menggelar syukuran dan silaturahmi bersama relawan dan tim pemenangan yang telah mendukungnya baik di ajang kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bandung 2018 lalu, maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI periode 2019-2024. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh politik, seniman, budayawan, dan beberapa kader dari Partai Golkar DPD Kota Bandung maupun DPD Jawa Barat.

Dalam sambutanya, perempuan kelahiran Bandung, 19 Juli 1966 tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dukungan serta partisipasi dari semua  relawan juga tim pemenangan, yang telah solid turut menyukseskannya kembali melenggang sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi.

"Saya sangat berterima kasih atas kerja keras semua pihak dan kepercayaan yang diberikan sehingga saya berhasil menjadi bagian dari anggota DPR RI 2019-2024. Jadi sebetulnya kegiatan ini merupakan agenda yang sudah direncanakan sejak lama, namun terus tertunda karena satu dan lain hal," ujarnya di restoran khas Sunda, Imah Djoglo, Kota Bandung, Jalan Sumber Endah Raya, Kota Bandung, Minggu (27/10/2019).

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Qomaril Arifin menggelar kegiatan syukuran dan silaturahim bersama para relawan dan tim pemenangan di restoran khas Sunda, Imah Djoglo, Kota Bandung, Jalan Sumber Endah Raya, Kota Bandung, Minggu (27/10/2019)
Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Qomaril Arifin menggelar kegiatan syukuran dan silaturahim bersama para relawan dan tim pemenangan di restoran khas Sunda, Imah Djoglo, Kota Bandung, Jalan Sumber Endah Raya, Kota Bandung, Minggu (27/10/2019) (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Nurul Arifin menuturkan, meskipun keputusan dirinya menjabat sebagai anggota Komisi 1 DPR RI masih menunggu pelantikan secara resmi dalam sidang paripurna alat kelengkapan dewan (AKD) yang dijadwalkan digelar Selasa (29/10/2019) mendatang, ia sudah berkomitmen, akan bekerja semaksimal mungkin di komisi tersebut.

Terlebih komisi I yang merupakan mitra kerja dari Bidang Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara (BIN), Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Luar Negeri, bukan tempat baru bagi perempuan lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Nurul Arifin sempat mengabdi di sana selama satu tahun setelah di Komisi 2 DPR RI.

"Selain saya ingin meneruskan aplikasi ilmu yang saya dapat di komisi satu selama satu tahun dulu, juga adanya keprihatinan terkait kondisi yang terjadi di tanah air, khususnya isu radikalisme yang mulai tumbuh dan menjamur di masyarakat saat ini. Maka secara pribadi, saya memiliki tanggung jawab bahwa kita sebagai bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai kebhinekaan yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan berangkat dari aspek kemajemukan yang ada dan menjadi kekuatan Indonesia," ucapnya.

Bicara soal kebhinekaan yang menjadi kekuatan Indonesia, dikatakan Nurul Arifin, sekarang ini merupakan momen yang tepat yakni menyambut Hari Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap 28 Oktober.

Tahun ini Hari Sumpah Pemuda bertepatan dengan hari Senin yang diharapkan menjadi momentum tepat untuk kembali mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda bahwa semua bangsa Indonesia memiliki satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

Maka komitmen yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa Indonesia, kata Nurul Arifin seyogyanya menjadi keutuhan nilai yang harus tetap dijaga oleh siapapun dan sampai kapanpun

"Bisa jadi sumbangsih yang saya lakukan sebagai individu bagi bangsa dan negara ini tidak berarti jika dibandingkan dengan lautan manusia di republik ini, akan tetapi kita sebagai pribadi-pribadi warga negara Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kebersamaan tersebut," ujar Nurul Arifin.

Generasi muda saat ini, diakui Nurul Arifin telah terkotak-kotak, bukan hanya karena dampak berlangsunnya pesta demokrasi Pilpres, tetapi jauh sebelum reformasi itu bergulir.

Politik identitas yang mulai tumbuh pasca reformasi membuat berbagai pihak ingin menunjukan eksistensi dari apa yang menjadi kepercayaan maupun prinsip-prinsip yang diyakininya, dengan melupakan konsensus sebagai sebuah kesatuan bangsa.

"Hal inilah yang kemudian membuat kita semakin larut dan seolah terhipnotis oleh perubahan dan munculnya suatu budaya baru yang kemudian diadopsi menjadi gaya hidup baru di luar nilai-nilai ke-Indonesiaan. Maka bila tidak dilakukannya upaya antisipasi, dan adanya kesadaran bahwa masalah ini merupakan tanggung jawab kita semua, dapat berpotensi pada hilangnya identitas dari  bangsa Indonesia, inilah yang ingin saya ingatkan kembali," ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, Nurul Arifin mengatakan ia dan anggota parlemen lainnya akan membuat atau memutuskan suatu kebijakan kesepakatan yang dapat menjadi panutan bersama dalam membangun bangsa Indonesia di masa depan.

"Terlebih sebagai fungsi sosial kontrol, kami akan terus mengawasi terhadap kinerja dari pemerintahan dan kondisi yang terjadi di masyarakat selama ini dan nanti," katanya (cipta permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved