Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Akui Kerepotan Lawan Bhayangkara FC, Paul Munster Tidak Senang

Persib Bandung gagal membalas kekalahan dari Bhayangkara FC di putaran pertama Liga 1 2019 setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di Stadion PTIK

Pelatih Persib Bandung Akui Kerepotan Lawan Bhayangkara FC, Paul Munster Tidak Senang
deni denaswara/tribun jabar
Gelandang Persib Bandung Hariono (biru) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC, Bruno Matos. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Persib Bandung gagal membalas kekalahan dari Bhayangkara FC di putaran pertama Liga 1 2019 setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Pada putaran pertama, di Stadion Si Jalak Harupat, akhir Juni lalu, Persib Bandung takluk 1-2 dari Bhayangkara FC.

Hasil ini membuat posisi Persib Bandung dan Bhayangkara FC tak berubah di klasemen sementara Liga 1 2019.

Bhayangkara FC bertahan di posisi 10 dengan 28 poin sementara Maung Bandung tidak beranjak dari posisi 11 dengan poin yang sama.

Pada laga semalam, kedua tim sama-sama kesulitan untuk menciptakan peluang. Baik Persib maupun Bhayangkara FC tak mampu mengembangkan permainan.

"Padahal, kami memulai laga di 20 menit awal dengan sangat baik. Sayangnya setelah itu kami mulai memberikan ruang cukup banyak bagi lawan dan membiarkan Bhayangkara untuk menyerang kami. Mereka mempunyai beberapa peluang dari tendangan bebas dan itu cukup membuat kami kerepotan," ujar pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, saat jumpa pers setelah pertandingan di Stadion PTIK, Jakarta, semalam.

Memasuki babak kedua, kata Robert Alberts, tempo permainan kedua tim sebenarnya meningkat. Sayangnya beberapa peluang yang sempat tercipta gagal menjadi gol.

Analisa Hasil Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Maung Bandung Kurang Gereget, Bingung Siapa Bomber

Terima Kasih Robert Alberts untuk Bhayangkara FC, Bukan Soal Imbang tapi Ini

Ketidakhadiran Ezechiel N Douassel di lini depan memang sedikit berpengaruh pada permainan Persib Bandung.

"Di babak kedua ada beberapa kesempatan tapi kami tidak memiliki striker murni karena tidak memainkan Ezechiel. Jadi kami harus bekerja dengan pemain yang ada di tim. Dia tidak seratus persen fit setelah membela timnasnya di Afrika untuk bermain di laga kualifikasi. Dia ada masalah di bagian kunci pahanya dan setelah bermain di laga sebelumnya (melawan Persebaya) tidak pulih dengan baik. Jadi kami tidak ingin mengambil resiko," kata Robert Alberts.

Robert mengaku memiliki alasan untuk memainkan startegi false nine saat menghadapi Bhayangkara FC.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved