Breaking News:

Grab Sumbang Ekonomi Digital di Kota Bandung Hingga Rp 10,1 Triliun, Disdagin Pertanyakan Dampaknya

Hasil penelitian dampak dari ekonomi digital Grab, oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno (tengah) bersama Peneliti CEDS Unpad, Adhitya Wardhana (kanan) dan Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics, Lionel Priyadi menyampaikan paparan dalam Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital, Kontribusi Grab terhadap Ekonomi Indonesia di Hotel Courtyard by Marriot, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Kamis (24/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hasil penelitian dampak dari ekonomi digital Grab, oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Startegic menyebutkan kehadiran Grab di Bandung telah menyumbang Rp 10,1 triliun.

Melihat angka yang cukup tinggi ini Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Elly Wasliah mengaku cukup terkejut.

Dari hasil penelitan itu menyebutkan dari Rp 10.1 triliun ini paling besar disumbangkan dari Grab Bike dengan angka Rp 4,59 triliun dan Grab Food Rp 3,76 triliun.

Elly menyebutkan dari nilai Rp 10,1 triliun ini jangan sampai tidak masuk ke produk domestik regional bruto (PDRB).

"Tadi saya sudah berbincang dengan Tenggara Startegic dan Grab, jangan sampai dari angka yang tinggi ini tidak masuk ke PDRB Kota Bandung. Kami ingin berdiskusi lebih lanjut dengan teman-teman BPS sejauh mana nilai ini masuk ke PDRB," ujarnya saat ditemui di Courtyard by Marriott, Jalan Ir H Juanda No 33, Kamis ( 24/10/2019).

Foto-foto Wina Natalia dan Gista Putri, Mantan Istri dan Istri Wishnutama, Tetap Akur dan Harmonis

Ditemui di lokasi yang sama, Head of Pubic Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, mengatakan jika Grab terus empowering mikro ekonomi dan usaha skala kecil untuk meningkatkan keterampilan dan layanan pemberdayaan.

Ia menyebutkan jika kurang lebih 111.000 UKM dengan skala kecil jika ekonominya kuat maka bisa mendukung ekonomi yang besar

"Walaupun ukmnya kecil tetapi jumlahnya cukup banyak dan pembelinya cukup kuat maka ekonomi besar ini bisa didukung sama yang kecil," ujarnya.

Oleh karena itu Grab juga sedang menyiapkan pekerja menyongsong masa depan bagi generasi muda yang mau berkiprah bekerja di teknologi masa depan.

Melihat ekonomi digital yang terus berkembang ini, Dinas Perdagangan dan Industri dikatakan Elly telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku suaha kuliner , fesyen, dan kraft untuk masuk ke perdagangan online.

Anak Punk Diamankan Satpol PP, Berawal dari Aduan Masyarakat, Kerap Memaksa Minta Uang Saat Ngamen

"Memang belum diterapkan kepada seluruh UKM karena memang perlu kesabaran untuk bisa masuk ke beberapa market place," ujarnya.

Hal yang masih menjadi kendala para UKM untuk berjualan di market place diantaranta adalah kesulitan untuk membuat foto yang menjual dan membuat caption.

Menurutnya dalam memperkenalkan ekonomi digital ini harus diberikan pelatihan hingga selesai karena jika tidak, ekonomi digital di Bandung akan tertinggal.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved