Wawancara Eksklusif

Diragukan Jabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim: Saya Pasti Cepat Belajar

Penunjukan Nadiem Makarim sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju mengejutkan banyak kalangan.

WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. 

TRIBUNJABAR.ID- Penunjukan Nadiem Makarim sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju mengejutkan banyak kalangan.

Satu di antara alasannya karena Nadiem Makarim tak memiliki latar belakang di dunia pendidikan.

Menjawab keraguan itu, Nadiem Makarim mengaku akan mengawali pekerjaan besarnya dengan lebih banyak mendengarkan.

Selama 100 hari pertama kerjanya, pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984 itu akan belajar seperti layaknya seorang murid.

Nadiem Makarim bertekad memaksimalkan keterlibatan teknologi dunia pendidikan Indonesia.

Berikut wawancara eksklusif jurnalis Tribun Network Reza Deni Saputra dengan pendiri Gojek tersebut setelah acara pisah-sambut di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Pukulan Keras Buat Demokrat, AHY Tak Jadi Menteri, SBY Bakal Turun Tangan Soal Sikap Partainya

Tangis Susi Pudjiastuti saat Sertijab Menteri Kelautan, Cinta Saya Akan Dilanjutkan Pak Edhy

Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Go-Jek
Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Gojek (Oik Yusuf/ Kompas.com)

 Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, apa tantangan yang Anda dan kementerian ini hadapi ke depannya?

Tantangan ke depan itu terutama skalanya. Kita punya sistem pendidikan terbesar keempat di dunia. Tiga ratus ribu sekolah itu luar biasa.

Jumlah muridnya, jumlah gurunya, jumlah pemerintah daerahnya dan semuanya tersebar di archipelago terbesar kedua di dunia, yaitu Kepulauan Indonesia. Jadi, challenge utamanya adalah skala.

Tadi Anda bilang rencana 100 hari kerja Anda mau belajar lebih dulu. Kira-kira berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk belajar?

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved