Bahlil Lahadalia Menjadi Kepala BKPM, Begini Harapan Pengusaha Muda Jabar

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, resmi menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024 Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra (kiri). (istimewa) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, resmi menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.

Hal ini disambut dengan baik oleh pengusaha muda di Jawa Barat yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat.

HIPMI memandang sosok Bahlil Lahadalia sebagai orang yang tepat untuk membawa angin segar bagi para pengusaha muda.

Sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019, Bahlil dinilai sangat memahami kebutuhan dan berbagai kendala yang harus dihadapi para pengusaha muda Indonesia, khususnya Jabar.

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)
Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Respons Partai Gerindra Soal Permintaan PA 212 agar Menhan Prabowo Pulangkan Habib Rizieq

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Pengamat Blak-blakan Sebut Itu Transaksi Politik, Bukan Sikap Negarawan

Ketua BPD HIPMI Jawa Barat, Jodi Janitra, mengatakan bahwa Bahlil Lahadalia jua dikenal sebagai pengusaha tangguh dan sukses dari wilayah timur yang merangkak dari nol hingga bisa dikenal secara nasional, sehingga sudah sangat memahami seluk-beluk dan dinamika dalam dunia wirausaha.

"Karena itulah, kami pengusaha muda sangat berharap beliau mampu menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pengusaha muda," kata Jodi di Bandung, Kamis (24/10/2019).

Sebagai sektor yang memegang peranan strategis, menurut Jodi, BKPM bisa menunjukkan keberpihakannya terhadap pengusaha muda. BKPM mempunyai salah satu tugas pokok yakitu membuka jalan bagi para investor melalui beragam kemudahan dan menghilangkan regulasi bertumpuk dan tumpang tindih yang menghambat iklim dunia usaha di Indonesia.

Jodi menyebutkan bahwa pengusaha muda memiliki berbagai keunggulan seperti kreativitas tinggi, melek teknologi dan semangat yang lebih besar. Namun begitu, mereka masih membutuhkan dukungan dari pemerintah juga para senior pengusaha.

"Tangan dingin Bahlil diharapkan mampu menyinergikan pengusaha muda dengan senior sehingga tercipta pertumbuhan bisnis yang saling beriringan," harap Jodi.
Para pengusaha muda, tutur Jodi, jua berharap bisa melakukan sebuah kolaborasi dengan investor asing sebagai upaya membuka jalan menuju pasar global yang lebih luas.

"Kehadiran Bahlil akan memudahkan Presiden Jokowi yang saat Munas HIPMI menyatakan ingin memunculkan konglomerat-konglomerat baru skala internasional," katanya.

Jodi menilai bahwa jumlah pengusaha di Indonesia terus bertumbuh, namun jumlahnya masih belum optimal. Catatan BPS menunjukkan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia naik dari 1,56 persen pada 2014 menjadi 3,1 persen pada 2016.

Idealnya, kata Jodi, jumlah pengusaha Indonesia mencapai 5 persen dari jumlah penduduk. Jika jumlah pengusaha meningkat maka nilai investasi pun akan meningkat.

"Pertumbuhan pengusaha baru ini memegang perananan yang sangat penting dan berdampak positif terhadap perekonomian negara, salah satunya, karena akan ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan daya konsumsi," kata Jodi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved