Breaking News:

VIDEO Mengaku Dirampok, Sopir Ekspedisi Jual Gula Senilai Rp 300 Juta, Mabuk dan Main Perempuan

sopir ekspedisi asal Tasikmalaya ditugaskan perusahaannya untuk membawa muatan gula sebanyak 30 ton senilai Rp 300 juta dari Jakarta tujuan Yogyakart

Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: yudix

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap kasus penggelapan muatan gula senilai ratusan juta yang dilakukan sopir ekspedisi.

Kasus ini bermula saat AT (22), sopir ekspedisi asal Tasikmalaya ditugaskan perusahaannya untuk membawa muatan gula sebanyak 30 ton senilai Rp 300 juta dari Jakarta tujuan Yogyakarta.

Setelah beberapa hari, pemilik ekspedisi tempat AT bekerja curiga karena truk tronton dan sopirnya tak kunjung kembali.

Selain itu tidak ada laporan penerimaan barang dari kliennya.

Beberapa hari kemudian, AT datang ke kantornya tanpa membawa kendaraan trontonnya. Ia mengaku telah jadi korban perampokan.

"Laporannya korban perampokan tapi kami tidak langsung percaya keterangannya. Kami serahkan ke pihak Polres Tasikmalaya Kota dengan membuat laporan," tutur Hardi Cahyadi, selaku pemilik ekspedisi tempat AT bekerja, Rabu (23/10/2019).

Biar Tidak Kecanduan Main Hape, Wali Kota Bandung Mau Beri Anak Ayam kepada Pelajar SD dan SMP

Sosok Dokter Terawan, Pernah Dipecat Ikatan Dokter, Dibela Prabowo, Kini Bos Dokter Se-Indonesia

Kepada Hardi, AT mengaku menjadi korban perampokan yang dilakukan empat orang di wilayah Karawang.

Dia tidak menyangka AT melakukan penggelapan muatannya, pasalnya selama empat tahun lebih bekerja kepadanya pelaku dinilai berperilaku baik.

"Tidak ada track record buruk," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved