Impor Tinggi, Kemenperin Minta B4T & Balai Keramik Fokus Garap Produksi yang Bisa Sokong Industri

kendala bahan baku dan komponen lainnya masih dialami industri hingga impor akan kebutuhan tersebut juga masih tinggi.

Impor Tinggi, Kemenperin Minta B4T & Balai Keramik Fokus Garap Produksi yang Bisa Sokong Industri
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Seminar Nasional Bahan dan Barang Teknik dengan tema “Rekayasa Material Fungsional dan Diversifikasi Energi Dalam Menghadapi Tantangan Industri 4.0” di El Royal Bandung, Rabu (23/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sektor industri masih menjadi sumber utama pertumbuhan perkonomian nasional dengan kontribusi mencapai 19, 52% pada triwulan II/2019.

Meski begitu, kendala bahan baku dan komponen lainnya masih dialami industri hingga impor akan kebutuhan tersebut juga masih tinggi.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Industri berharap riset  dari sejumlah balai seperti Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dan Balai Besar Keramik bisa fokus pada produk atau teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin RI, Ngakan Timur Antara mengatakan karena besarnya daya ungkit sektor industri terhadap ekonomi, sudah sepatutnya pembangunan industri nasional menjadi satu di antara prioritas program pemerintah.

"Oleh karena itu, diharapkan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) berkontribusi atau berkiprah dengan kegiatan riset, sehingga hasil risetnya dapat diimplementasikan oleh industri," katanya pada acara Seminar Nasional Bahan dan Barang Teknik dengan tema “Rekayasa Material Fungsional dan Diversifikasi Energi Dalam Menghadapi Tantangan Industri 4.0” di El Royal Bandung, Rabu (23/10/2019).

Cucu Sugyati: Komisi III DPRD Jabar Petakan Potensi Peningkatan PAD Jawa Barat

Tangis Susi Pudjiastuti saat Sertijab Menteri Kelautan, Cinta Saya Akan Dilanjutkan Pak Edhy

Menurutnya, hasil-hasil riset itu bisa turut menekan impor. Contohnya, B4T bisa fokus di penelitian dan pengembangan storage, sedangkan balai besar keramik bisa mulai meneliti dan mengembangkan filter keramik yang bisa dimanfaatkan industri CPO atau kendaraan.

"Kami juga mengapresiasi adanya Masyarakat Keramik Indonesia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri nasional," kata Ngakan Timur Antara.

Kementerian Perindustrian, ucapnya, juga telah menyusun inisiatif “Making Indonesia 4.0” untuk mengimplementasikan Strategi dan Peta Jalan 4IR di Indonesia.

Peta Jalan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, hingga lembaga riset dan pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved