Dirujuk ke RSHS Bandung, Suneni yang Lumpuh Belum Dapat Jadwal Operasi, Sudah Tunggu 1 Tahun

Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu dan Polres Indramayu menjenguk Suneni (19), warga yang diketahui menderita penyakit lumpuh

Dirujuk ke RSHS Bandung, Suneni yang Lumpuh Belum Dapat Jadwal Operasi, Sudah Tunggu 1 Tahun
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Kepala Dinkes Indramayu Deden Boni Koswara dan Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki saat menjenguk Suneni (19) yang menderita kelumpuhan di Blok Kongsi RT 05/01 Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Rabu (23/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu dan Polres Indramayu menjenguk Suneni (19), warga yang diketahui menderita penyakit lumpuh, Rabu (23/10/2019).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinkes Indramayu Deden Boni Koswara dan Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki mendatangi langsung kediaman Suneni di Blok Kongsi RT 05/01 Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Kepala Dinkes Indramayu, Deden Boni Koswara mengatakan, berdasarkan diagnosa terakhir, Suneni menderita penyakit skoliosis.

Penyakit skoliosis ini ialah kondisi tulang belakang melengkung atau bengkok, seperti huruf C atau S.

"Bengkoknya tulang belakang ini menyebabkan adanya saraf yang terjepit di punggung," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ia menjelaskan, saraf yang terjepit itu yang mengakibatkan lumpuhnya kaki Suneni dan menyebabkannya kesulitan untuk bergerak.

2 Tahun Gadis di Indramayu Ini Lumpuh Total, Suneni Ingin Sekolah Lagi Sampai Kuliah

Pemkab Indramayu Berharap Santri Jadi Garda Terdepan Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia

Selain itu, disampaikan Deden Boni Koswara, Dinkes Kabupaten Indramayu juga akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung untuk proses operasi Suneni.

"Setelah mendapat jadwal operasinya kita akan membawa Nyonya Suneni ke RSHS dengan ambulans secara gratis," ujar Deden Boni Koswara.

Di tempat yang sama, Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan, berdasarkan keterangan orang tua Suneni, anaknya itu sudah menderita sakit tersebut selama bertahun-tahun.

Keluarga yang hanya bekerja sebagai nelayan kecil, hanya bisa melakukan pengobatan secara rawat jalan untuk Suheni.

Keluarga juga sudah mencoba merujuk Suneni untuk mendapat perawatan medis di RSHS Bandung.

Sudah hampir satu tahun lamanya, jadwal operasi Suneni tidak kunjung diterima keluarga.

"Kita sudah meminta RSHS untuk segera melakukan operasi dan tindakan agar yang bersangkutan bisa kembali sehat," ucapnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved