Diduga Masih Ada Sisa Bara Api, Puncak Mega Malabar Kembali Terbakar Setelah Tertiup Angin Kencang

Diduga masih ada bara api. Puncak Mega Malabar kembali terbakar setelah tertiup angin kencang.

Diduga Masih Ada Sisa Bara Api, Puncak Mega Malabar Kembali Terbakar Setelah Tertiup Angin Kencang
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Kebakaran kaki gunung Malabar beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAUNG - Petak 31A Puncak Mega Malabar Kabupaten Bandung kembali terbakar sejak dua hari kemarin.

Diduga api kembali menyala akibat masih adanya sisa bara yang belum padam total.

"Iya, sudah dua hari lalu, disebabkan oleh angin kencang. Kemungkinan yang sebelumnya belum padam betul, ada sekam atau bara kena angin kencang beberapa hari kemarin jadi timbul lagi api," kata ADM Perhutani Wilayah II Bandung Selatan Tedy Sumarto melalui telepon seluler, Rabu (23/10/2019).

Tedy mengatakan, beberapa waktu lalu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Malabar sudah berhasil dipadamkan dengan bantuan Helikopter M-171 Water Bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Sebelumnya sudah berhasil dipadamkan, cuma memang ada satu lokasi yang tidak bisa terjangkau oleh water bombing karena posisinya di lembah dan aksesnya sulit," ujarnya.

Sejak dua hari lalu pihaknya kembali bahu membahu berusaha memadamkan api bersama tim gabungan TNI, Polri, LMDH, pencinta alam, dan warga masyarakat.

Pemadaman masih bersifat manual dengan membuat ilaran atau sekat bakar agar api tidak menjalar ke area tegakan terutama pohon pinus.

"Kami sudah berupaya melokalisasi supaya tidak menyebar ke tanaman pinus. Itu tinggal (yang terbakar) kaliandra dan selasah saja, kalau sudah habis mati sendiri," pungkasnya.

Pihaknya belum mengetahui, apakah helikopter bom air akan kembali melakukan pemadaman di Gunung Malabar atau tidak.

Menurutnya, pihaknya kini memaksimalkan melakukan pemadaman dengan cara manual.

"Kami maksimalkan manual, helikopter kemarin sulit karena itu lokasinya ada di tebing, dikhawatirkan keselamatannya terancam," jelasnya.

Pihak Perhutani mengaku belum menghitung berapa luasan lahan yang terbakar akibat karhutla ini. Ia berharap angin tidak kembali berembus kencang agar api tidak meluas.

1.200 Unit Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Kabupaten Bandung, 65 di Antaranya Rusak Berat

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved