Polres Cirebon Tangkap Warga Penjual Obat Farmasi Tanpa Izin

Satnarkoba Polres Cirebon, berhasil menangkap RP, warga Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, yang terbukti menjual obat farmasi ilegal.

Polres Cirebon Tangkap Warga Penjual Obat Farmasi Tanpa Izin
Istimewa
Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, berhasil menangkap seorang pria berinisial RP, warga Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, yang terbukti menjual obat farmasi ilegal. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, berhasil menangkap seorang pria berinisial RP, warga Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, yang terbukti menjual obat farmasi ilegal.

Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon, bermula dari laporan warga sekitar yang menganggap resah karena aktivitas RP menjual obat-obatan farmasi secara ilegal.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar, kemudian tim melakukan penyelidikan dan RP ditangkap pada Senin (7/10/2019).

BMKG Prediksi Kecepatan Angin di Wilayah III Cirebon Meningkat, Ini Penyebabnya

Hari Santri Nasional, Pegawai Pemkab Cirebon Tidak Kagog Kenakan Sarung ke Kantor

JADWAL LINK LIVE STREAMING Timnas Indonesia vs Vietnam Piala AFF Futsal 2019, Siaran Langsung MNCTV

Kasubag Humas Polres Cirebon, Iptu Muhyidin, mengatakan,‎ penangkapan tersebut, karena RP diduga melakukan tindak pelanggaran, yakni menjual obat tanpa izin edar.

"‎RP bukan orang yang memiliki keahlian dan berkewenangan menjual obat-obatan farmasi tersebut," kata Muhyidin melalui keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019).

‎Saat ditangkap oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon, RP tengah menjual obat-obatan kepada pemuda di sekitar kediamannya, di Desa Wanasaba Lor.

Barang bukti yang berhasil diamankan beberapa di antaranya yakni,‎ 480 butir pil dextromethorpan, 430 butir pil triyhexpenidiyl, 165 buti pil tramadol, 234 pil LL, dan uang tunai Rp 835 ribu.

Muhyidin mengatakan, RP terjerat pasal 196 subsider UU RI nomor 36 tentang kesehatan.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved