Peringati HSN, Ribuan Santri Pondok Buntet Pesantren Cirebon Ziarahi Makam KH Abbas

Ribuan santri berziarah ke makam komandan perang 10 November, KH Abbas, di kompleks makbaroh Pondok Buntet Pesantren

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Sejumlah santri saat berziarah ke makam komandan perang 10 November, KH Abbas, di kompleks makbaroh Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ribuan santri berziarah ke makam komandan perang 10 November, KH Abbas, di kompleks makbaroh Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/10/2019).

Ziarah ke peristirahatan terakhir komandan perang yang terjadi di Surabaya itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Selain para santri, kegiatan itupun diikuti para pelajar dan mahasiswa yang menuntut ilmu di sejumlah lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon.

Sebelum berziarah, mereka tampak mengikuti upacara dan pawai mengelilingi kompleks Pondok Buntet Pesantren Cirebon.

Selanjutnya para santri bergerak menuju makbaroh untuk berziarah ke makam para sesepuh, termasuk KH Abbas dan ayahnya, KH Abdul Jamil.

Beda, Kartika Putri Melahirkan di Rumah, Habib Usman Ikut Menyaksikan, Syok Seperti Lihat Film Horor

Sekretaris YLPI Buntet Pesantren Cirebon, KH Aris Ni'matullah, mengatakan, melalui kegiatan semacam itu diharapkan dapat memotivasi para santri untuk meneladani perjuangan para kiai sepuh.

Terutama dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Santri harus menjadi garda terdepan menghadi pihak-pihak yang mencoba memecah-belah NKRI," kata KH Anis Ni'matullah saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, sedikitnya terdapat dua hal mengapa HSN penting untuk diperingati.

Pertama, sebagai pengingat bahwa para santri bersama para kiai turut serta mewakafkan jiwa dengan mengorbankan dirinya melawan para penjajah yang berniat merebut kemerdekaan Indonesia.

Kedua, sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah yang telah menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional.

West Java Paragliding World Championship Resmi Dibuka di Sumedang, Berbagai Kesenian Ditampilkan

"Di era sekarang para santri harus berperang melawan hoaks dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab," ujar KH Anis Ni'matullah.

Karenanya, pihaknya berharap agar para santri khususnya di Pondok Buntet Pesantren Cirebon untuk tidak mudah terprovokasi dan jangan mau diadu domba.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved