Cerita Amin Suhendar yang Rumahnya di Kota Cimahi Mau Ambruk, Tak Punya Biaya untuk Perbaikan

Rumah yang kini ditempati oleh Amin Suhendar (45) dan istrinya, Euis Sulastri (43) serta ketiga anaknya, kondisinya

Cerita Amin Suhendar yang Rumahnya di Kota Cimahi Mau Ambruk, Tak Punya Biaya untuk Perbaikan
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Amin Suhendar menunjukan satu rumah ambruk, satu lagi retak-retak di Kota Cimahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Rumah yang kini ditempati oleh Amin Suhendar (45) dan istrinya, Euis Sulastri (43) serta ketiga anaknya, kondisinya memperihatinkan.

"Aya rasa was-was," kata Amin Suhendar, saat ditemui di rumahnya di Kampung Torobosan, RT 02/12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi

Dindingnya sudah retak dari bagian atas hingga ke bagian bawah, serta tembok bagian depan dan belakang rumah juga sudah retak.

Rumah yang ditempati Amin beserta keluarganya itu milik kakaknya bernama Oneng, yang sudah ditempati Amin selama 12 tahun.

Amin pun menunjukkan satu persatu bagian retakan yang merupakan bagian kamar. Terdapat tiga kamar didalam rumah tersebut.

Amir mengaku retakan dinding temboknya tersebut asalnya kecil, namun saat terjadi gempa di Banten dan gempa lainnya, retakan dinding rumah tersebut menambah retakannya sampai menganga.

Ganti Kiper Made dengan Dhika, Mainkan Si Gondrong, Apa Kata Bobotoh Jelang Persib vs Bhayangkara FC

"Sebelumnya retakan itu kecil, tapi pas ada gempa Banten beberapa bulan lalu jadi semakin parah," ujar Amin sambil menunjjukan retakan dinding rumahnya tersebut.

Amin yang sehari hari pekerjaannya serabutan mengaku pihaknya tak mempungai biaya untuk merenovasi dan memperbaiki rumahnya tersebut.

"Anak saya ada tiga, kerja saya serabutan.Ya uangnya cukup buat makan aja, buat bayar sekolah anak juga susah," jelasnya.

Amin mengaku sudah beberapa kali didatangi oleh dinas terkait didampingi pengurus RT dan RW, namun terkendala status lahan dan bangunan.

Unjungan, Tradisi Sakral Masyarakat Indramayu yang Hingga Kini Masih Terpelihara

"Memang ini bukan rumah saya pribadi, ini rumah milik kakak. Jadi kemarin ada dinas kesini bilang engga bisa dapat bantuan, karena terkendala status itu," ujarnya.

Amin pun berharap dan meminta kepada pemerintah setempat, untuk segera diperbaiki rumahnya, lantaran dirinya takut roboh seperti rumah milik Emak Enah, karena ke depannya menghadapi musim penghujan.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved