Perhutani Waspadai Pohon Tumbang di 33 Obyek Wisata Saat Musim Hujan Nanti

Perhutani mewaspadai pohon tumbang di 33 objek wisata saat musim hujan.

TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
Pengunjung menikmati keindahan alam di lokasi wisata Batu Ampar di kawasan Bandung Utara di tengah hutan bukit tunggul Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara mewaspadai pohon tumbang di sejumlah obyek wisata yang dikelolanya saat memasuki musim hujan nanti.

Ada 33 obyek wisata yang dikelola Perhutani KPH Bandung Utara dengan mayoritas hutan lindung dengan tutupan lahan pohon pinus, seperti Bukit Senyum, Batu Kuda, Curug Luhur Cibodas, Grafika, Cikole Resort, Bukit Senyum, Sendang Geulis Kahuripan, dan Darmaga Bintang.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan, sebagai bentuk antisipasi banyaknya pohon tumbang saat musim hujan, pihaknya akan melalukan indentifikasi pohon-pohan yang umurnya sudah tua.

"Untuk antisipasi pohon tumbang saat musim hujan nanti ada beberapa upaya yang kami lakukan, di antaranya identifikasi pohon yang rawan tumbang," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (20/10/2019).o

Ia mengatakan, meski obyek wisata yang dikelolanya merupakan hutan lindung dan tidak boleh ada penebangan pohon, tapi jika dalam keadaan darurat bisa melalui kesepakatan bersama untuk melakukan penebangan pohon tersebut.

"Kami juga akan melakukan pemeliharaan pohon seperti memangkas ranting-ranting yang sudah rapuh agar tidak membahayakan pengunjung obyek wisata," ucapnya.

Upaya yang lainnya, kata dia, saat terjadi hujan deras dan angin kencang tetapi lagi banyak wisatawan, pihaknya sudah menyarankan pengelola agar segera melakukan evakuasi ke tempat yang aman.

"Kalau diperlukan kami juga memberlakukan sistem buka tutup obyek wisata ketika terjadi hujan deras dan angin kencang," kata Komarudin.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan, musim hujan akan terjadi pada awal November 2019 nanti dan saat ini masih masuk pada peralihan musim.

"Kami mengimbau untuk menghadapi musim hujan, agar cabang pohon yang rimbun dan lapuk harus dipangkas, agar tidak patah terkena angin kencang," katanya.

Perhutani KPH Bandung Utara Libatkan Berbagai Elemen Atasi Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved