Breaking News:

Gunung Bohong Dibom untuk Proyek Kereta Cepat, Ratusan Rumah di Cimahi Dindingnya Retak

Bahkan ada dinding rumah warga yang nyaris ambruk akibat keretakannya terus membesar.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Seorang warga menunjukkan dinding rumahnya yang retak karena pengeboman proyek kereta cepat. 

"Saya sebetulnya sudah betah di sini, tapi kalau nyawa terancam ya lebih baik direlokasi karena berbahaya dan kasihan anak‑anak," kata dia.

Ketua RW 13 Ahmad M Sutisna, mengatakan, di wilayahnya terdapat 120 keluarga dan 500 jiwa, namun hampir semuanya rumah warga itu mengalami keretakan sehingga resah.

"Daerah ini paling dekat dengan lokasi pengeboman di terowongan. RT 4 jaraknya hanya 750 meter jadi rumah warga di sana yang paling parah mengalami keretakan," katanya.

Ahmad menambahkan, aktivitas pengeboman tersebut dilakukan tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar karena aktivitasnya dilakukan tanpa ada kajian serta tidak memiliki izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

"Saya kan tahu masalah amdal, makanya setelah adanya pengeboman itu saya tanyakan ke pekerja proyek KCIC amdalnya, tapi tidak bisa menunjukan," ujarnya.

Bahkan, kata Ahmad, aktivitas pengeboman itu dilakukan tanpa sosialisasi dulu ke warga setempat.

Pada 2016 pekerja proyek KCIC hanya melakukan sosialisasi pengeboran, bukan pengeboman.

"Sekarang pengerjaannya malah dibom, akibatnya ratusan rumah warga di sini retak‑retak dan membahayakan," katanya. (hilman kamaludin)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved