Serikat Pekerja di Kabupaten Bandung Minta Kenaikan UMK Mencapai 13 Persen, Ini Alasannya

Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 ditetapkan mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen.

Serikat Pekerja di Kabupaten Bandung Minta Kenaikan UMK Mencapai 13 Persen, Ini Alasannya
Pixabay.com
Ilustrasi uang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 ditetapkan mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen.

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung Kabupaten Bandung berharap kenaikan UMK mencapai 12-13 persen.

Ketua SPSI Kabupaten Bandung, Uben Yunara menuturkan bahwa para pengusaha di Kabupaten Bandung menggunakan parameter UMK dalam menentukan kenaikan upah minimum.

"(Iuran) BPJS aja naiknya 100 persen, UMK masa 8,51 persen, itu terlalu kecil, mininal naiknya menjadi 12-13 persen. Jadi yang tadinya Rp 2,8 juta (UMK Kabupaten Bandung) menjadi sekitar Rp 3,3 juta," ungkapnya melalui telepon seluler, Jumat (18/10/2019).

Naik 8,51 Persen, Segini Besaran UMP Tahun 2020 Semua Provinsi di Indonesia, Jabar Masuk 4 Terendah

Menurutnya, UMK itu untuk pekerja lajang sehingga kenaikan UMK sebesar 8,51 persen tersebut dirasa cukup.

Berbeda dengan kebutuhan pekerja yang sudah berumah tangga dan memiliki tanggungan anak serta istri. Kenaikan 8,51 persen dianggap kecil.

"Kami akan meminta bagaimana kelebihannya dari 8,51 persen kalau bisa dilebihin 5 persen. Dengan catatan ditutup impornya agar perusahaan kuat lagi dan kalau ada kerjaan, perusahaan bisa bayar upah," katanya.

Uben menilai, jika kenaikan upah akan berimbas pada kemampuan perusahaan untuk membayar gaji.

Pasalnya saat ini, kata Uben banyak perusahaan-perusahaan tekstil di Kabupaten Bandung yang tengah mengahadapi gempuran produk impor sehingga tidak mampu bersaing.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved