Kurangi Sampah Plastik, Bupati Purwakarta Ajak Warga Gunakan Kendi Sebagai Penyimpanan Air Minum

Pemkab Purwakarta mengajak warga mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Kurangi Sampah Plastik, Bupati Purwakarta Ajak Warga Gunakan Kendi Sebagai Penyimpanan Air Minum
Tribun Jabar/Ery Chandra
Kerajinan keramik Plered, Kabupaten Purwakarta. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta mengajak warga mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyarankan warga menggunakan kendi berbahan tanah liat untuk menyimpan air minum.

Ia mengatakan bahwa bahan dasar tanah liat lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan alat penyimpanan minum lain berbahan dasar plastik.

Beda Ukuran dan Model Baju untuk Pelantikan Jokowi Dulu dan Sekarang, Ini Kata Sang Penjahit

Pemkab Purwakarta akan menerapkan penggunaan kendi di semua kantor pemerintah.

Hal itu tertuang dalam surat edaran bernomor 658.1/3419/BKPSDM.

"Kendinya bisa didesain ulang agar bentuknya lebih besar, seperti dispenser. Bisa digunakan penyimpanan air minum bagi pegawai di ruangan. Pegawai juga bisa membawa mug sendiri. Mengambil air minumnya di kendi besar itu," ujar Anne, di Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (18/10/2019).

Ia mengatakan bahwa ini adalah upaya untuk mengurangi sampah plastik.

"Pegawai tidak perlu membeli air minum dalam kemasan plastik. Ini bertujuan mengurangi sampah plastik. Maka satu masalah lingkungan bisa terselesaikan melalui langkah kecil ini," katanya.

Menurutnya, sangat disayangkan produk keramik Plered yang dikenal hingga mancanegara tetapi animo warga Purwakarta untuk menggunakan produk lokal belum tumbuh secara masif.

Istri dari anggota DPR RI Dedi Mulyadi itu pun menuntut setiap instansi di Pemkab Purwakarta memikirkan cara pengelolaan sampah sendiri.

Dia meminta Dinas Lingkungan Hidup tak hanya sekadar mengangkut sampah di kantor pemerintah tiap pagi.

"Harus klasifikasi sampah menjadi organik dan non organik. Kelola dan olah sendiri sampah itu. Karena masalah sampah adalah masalah bersama," ujarnya.

Beredar Informasi di WA Soal Operasi Gabungan Skala Besar, Polda Jabar Sebut Itu Tidak Benar

Ajudan Nekat Bobol Rumah Dinas Kapolres Pangkal Pinang, Mobil Honda Jazz dan Uang Rp 39 Juta Disita

Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved