Kasus Mahasiswa di Kendari Tertembak Saat Demo Berlanjut, Mantan Kasat Reskrim Disidang

Mantan Kasat Reskrim Polres Kendari AKP DK menjalani sidang disiplin di ruang sidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Mapolda Sulawesi Tenggara

Kasus Mahasiswa di Kendari Tertembak Saat Demo Berlanjut, Mantan Kasat Reskrim Disidang
KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
Mantan Kasat Reskrim Polres Kendari saat akan menjalani sidang disiplin di ruangan bidang propam polda Sultra, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, KENDARI - Setelah diketahui membawa senjata api saat mengamankan demonstrasi mahasiswa, Kamis (26/9/2019) di DPRD Sultra, enam anggota polisi di Kendari harus menjalani sidang disiplin.

Setelah lima anggota polisi lainnya telah menjalani sidang pada Kamis (17/10/2019), kali ini giliran Mantan Kasat Reskrim Polres Kendari AKP DK yang menjalani sidang.

Sidang digelar di ruang sidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (18/10/2019).

Sidang disiplin ini terkait pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan DK.

DK membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra.

Sidang disiplin dipimpin Kabag Bin Ops Biro Operasi Polda Sultra AKBP Syaiful.

"Untuk kasat reskrim karena dipindahkan ke bagian operasi, maka atasan hukum penuhnya adalah bapak karo ops," ujar Kabid Propam Polda Sultra AKBP Agoeng Adi Koerniawan, di Mapolda Sultra, Jumat.

6 Polisi Bawa Senjata Api Saat Demo Mahasiswa di Kendari, 3 di Antaranya Lepaskan Tembakan

Sejumlah Terduga Teroris di Cirebon Ditangkap Densus 88 Antiteror, Ini Sasaran Jaringan JAD

Namun, hasil sidang disiplin masih belum bisa dibeberkan.

Sebelumnya, lima polisi sudah mengikuti sidang disiplin. Sidang digelar Kamis kemarin.

Dari sidang itu terungkap bahwa ada tiga polisi yang menembakan senjata ke udara saat aksi unjuk rasa mahasiswa.

"Mereka melepaskan tembakan ke atas sebanyak satu dan dua kali. Ada dua tiga orang yang menembak ke atas, inisialnya DK cs," kata Kepala Biro Provos Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo, Kamis.

Selain itu dari hasil pemeriksaan, kelima polisi dari Satreskrim Polres Kendari tidak mengikuti apel sebelum melakukan pengamanan demonstrasi mahasiswa, sehingga mereka tidak mendengar arahan atau instruksi kapolres.

"Instruksi kapolres bahwa setiap personel pengamanan unras tidak boleh bawa senjata api, tapi mereka tidak ikut apel karena habis tugas dan langsung bergabung dengan teman-temannya di gedung DPRD, Sultra," ujar Hendro.

Saat demo, ada dua mahasiswa yang meninggal. Salah satunya tewas diterjang peluru. Seorang ibu hamil juga terkena peluru nyasar saat sedang bersantai di rumahnya.

(Kompas.com/Kiki Andi Pati)

Hasil Otopsi Randy Mahasiswa UHO Kendari Terkuak, Dia Tewas Terkena Peluru Tajam

Teman Randy akan Pakai Baju Hitam & Bakar Lilin, Mahasiswa UHO Kendari Itu Tewas Ditembak Saat Demo

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved