Breaking News:

Terinspirasi dari Bon Jovi yang Pernah Jadi Office Boy, Dikki Dobrak Stigma dengan Kerja Keras

Dari jutaan siswa SMA di Indonesia, mungkin cuma segelintir orang yang bertekad kuat demi mewujudkan kuliah tanpa biaya dari orang tua.

Istimewa
Dikki Wahyu Afandi mitra pengemudi GrabBike Bandung 

Selain itu, dia juga harus menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu perekonomian keluarga, ketika ibunya bekerja keras di bidang konveksi. 

Saat memasuki dunia kampus, Dikki yang baru menyelesaikan studi di jurusan Sejarah Peradaban Islam dan tinggal menunggu diwisuda, masih berjualan gorengan di sela-sela kuliahnya kala itu.

Hal tersebut ia lakukan semata-mata agar terus bisa melanjutkan kuliah.

Meski harus berjualan gorengan, Dikki tetap percaya diri melakoninya, karena ia berpikir selagi tidak merugikan kehidupan orang lain di sekitarnya. 

Saat kuliah, Dikki bisa berjualan di kampus.

Namun, ketika akhir pekan dan libur semester, ia kebingungan mencari penghasilan untuk biaya kuliah dan sehari-hari.

“Ada saat-saatnya saya tidak jualan, saat kampus libur tiga bulan, saya bingung harus kerja dari mana. Biaya sehari-hari, biaya motor, segala ​macem, harus dibayar dari mana?” kata Dikki sesuai dengan rilis yang diterima Tribun Jabar dari Grab, Kamis (17/10/2019). 

Memasuki tahun 2018, di tengah himpitan ekonomi, Dikki tak sengaja ‘berkenalan’ dengan Grab.

Kakak salah seorang teman baiknya yang memperkenalkan Dikki kepada Grab

“Masuk Grab tidak sengaja. Dulu di kampus saya jualan gorengan. Kemudian bertemu dengan kakak teman dekat yang jadi​driver Grab. Setelah beliau cerita, dari situ saya tahu Grab itu seperti apa, ojek ​online itu seperti apa. Ternyata penghasilannya lumayan. ​Enakeun ​ (sangat menguntungkan). Baguslah buat ​ngisi-ngisi waktu luang,” ujar pemuda asal Cicalengka ini dengan logat Sundan -nya yang khas.

Halaman
1234
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved