Nia Purnakania, dari Citarum Harum, Irigasi, Rutilahu, sampai TPPAS Legoknangka

Segudang amanat menjadi tantangan untuk segera ditindaklanjuti oleh para anggota DPRD Jabar Periode 2019-2024.

Nia Purnakania, dari Citarum Harum, Irigasi, Rutilahu, sampai TPPAS Legoknangka
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Hj. Nia Purnakania, S.H., M.Kn, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Segudang amanat menjadi tantangan untuk segera ditindaklanjuti oleh para anggota DPRD Jabar Periode 2019-2024.

Hal ini pun menjadi semangat bagi Hj. Nia Purnakania, S.H., M.Kn dalam mengemban tugas sebagai anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Setelah ditetapkan untuk bertugas di Komisi 4 Bidang Pembangunan, anggota dewan kelahiran Bandung, 25 Februari 1982, ini menyoroti berbagai masalah pembangunan infrastruktur yang akan menjadi fokus kerjanya lima tahun ke depan.

Pertama, Nia Purnakania mengatakan sudah siap bersama pemerintah dari pusat hingga daerah, menyelesaikan program Citarum Harum.

Normalisasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum ini bertujuan mengembalikan kejernihan air Sungai Citarum sekaligus membebaskannya dari sampah dan limbah, serta menghijaukan kembali kawasan hulu sungainya.

"Sungai Citarum sudah menjadi isu internasional. Programnya juga tidak hanya dari pusat, tapi disinkronkan sampai daerah. Kami dari tingkat provinsi berupaya bagaimana mengubah kebiasaan warga dan pengusaha yang awalnya terbiasa mengotori Citarum jadi memelihara Citarum, kemudian menghijaukan kembali kawasan hulunya," kata Nia Purnakania di Gedung DPRD Jabar, Kamis (17/10/2019).

Resmi, Alat Kelengkapan DPRD Jabar Sudah Ditetapkan, Berikut Daftarnya

DPRD Desak Rumah Sakit Lengkapi Dokter Spesialis, Inovasi Medis On Call Bisa Bantu Warga di Pelosok

Masih mengenai pengelolaan sumber air, Nia Purnakania pun akan mendorong Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat untuk segera memperbaiki saluran-saluran irigasi yang selama ini rusak dari mulai berkategori ringan sampai berat. Rusaknya saluran irigasi, katanya, berdampak pada penurunan produktivitas pertanian di Jabar.

"Kami akan dorong terus perbaikan irigasi untuk mendukung program kemandirian pangan. Kerusakan yang terjadi di lapangan cukup banyak, juga ada masalah sedimentasi," kata anggota DPRD Jabar yang tinggal di Kampung Pamagersari, Kelurahan Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, tersebut.

Anggota dewan dapil Kabupaten Bandung ini mengatakan dirinya pun akan mengawal terus program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk mengurangi jumlah kawasan kumuh di Jabar. Terlebih, katanya, anggaran untuk renovasi ini meningkat dari awalnya Rp 13,5 juta menjadi Rp 17,5 juta per rumah.

Jalan-jalan provinsi yang sudah diperbaiki bahkan dibeton di Kabupaten Bandung pun, katanya, bukan berarti program provinsi di dapilnya ini berhenti.

Pemprov Jabar, katanya, terus didorong meningkatkan kualitas jalan, bahkan berperan dalam pembangunan jalan lingkar Majalaya dan Tol Bandung-Cilacap yang melewati sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

Tidak luput dari perhatian Nia Purnakania adalah percepatan pengoperasian Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah alias TPPAS Legoknangka untuk mengatasi masalah sampai di Bandung Raya.

Pemprov Jabar tengah menyeleksi investor untuk mengoperasikan TPPAS Legoknangka setelah para kepala daerah menyetujui besaran tipping fee yang ditetapkan.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved