Cerita Yusuf Saepulhaq, Lulusan Tafsir-Hadis di Kairo Kini Membangun Koperasi di Purwakarta

Seorang lelaki tampak duduk menatap layar laptop di ruang tengah Koperasi Shakira Artha Mulia (SAM) yang beralamat di jalan Ciwangi, Kabupaten Purwaka

Cerita Yusuf Saepulhaq, Lulusan Tafsir-Hadis di Kairo Kini Membangun Koperasi di Purwakarta
Tribun Jabar/Ery Chandra
Ketua Koperasi Shakira Artha Mulia (SAM), Yusuf Saepulhaq seusai diwawancarai Tribun Jabar, di jalan Ciwangi, Kabupaten Purwakarta, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang lelaki tampak duduk menatap layar laptop di ruang tengah Koperasi Shakira Artha Mulia (SAM) yang beralamat di jalan Ciwangi, Kabupaten Purwakarta.

Dia adalah Yusuf Saepulhaq (36), Ketua Koperasi SAM. Ketika ditemui Tribun Jabar, ia menceritakan pengalamannya dari berkuliah di Kairo, Mesir, hingga kembali ke Purwakarta mengembangkan koperasi.

Sekembalinya ke Purwakarta, ia pernah bekerja sebagai asisten dosen di sebuah perguruan tinggi, kemudian pindah bekerja di Lembaga Amil Zakat, lembaga kursus, pengajian, travel umroh, dan terakhir bekerja di percetakan Shakira Grafika.

Terinspirasi dari Bon Jovi yang Pernah Jadi Office Boy, Dikki Dobrak Stigma dengan Kerja Keras

Cerita ide mendirikan koperasi itu cikal bakal bermula saat masih menjadi karyawan Shakira Grafika.

Mereka berfikir perlunya tabungan, membeli alat-alat elektronik, dan keperluan sehari-hari.

"Tahun 2017 akhir ada 21 orang berkumpul merumuskan izin koperasi simpan pinjam koperasi syariah. Persiapan sekitar empat bulan. Februari 2018 keluar izin dari Kementerian Koperasi dan UKM," ujar Yusuf, di Koperasi SAM, Kabupaten Purwakarta, Rabu (16/10/2019).

Koperasi tersebut dibangun dengan bermodalkan Rp 21 juta. Ia mengaku merintis koperasi ini sendiri, termasuk mengurus surat izin ke lapangan.

Tetapi, ide pendirian koperasi ini dibantu oleh pengawas koperasi. Ia mengelola semua urusan koperasi, termasuk soal administrasi dan kebersihan koperasi.

Crosshijaber Tertangkap di Masjid Sukoharjo, Berjilbab & Cadar, Pria Berkumis Menyamar jadi Wanita

"Karena saat itu belum bisa menggaji pegawai. Alhamdulillah kini yang mengelola 9 orang," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved