Warga Cianjur Ini Berjalan Kaki 5 Km untuk Mendapat Air, Masih Gunakan Sungai Citarum untuk Mencuci

Seorang tokoh warga Desa Mekarwangi, Cecep Surahman (45), mengatakan warga masih mencuci di aliran Sungai Citarum karena sumur mengering.

Warga Cianjur Ini Berjalan Kaki 5 Km untuk Mendapat Air, Masih Gunakan Sungai Citarum untuk Mencuci
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ilustrasi: Warga Kabupaten Cianjur mendapat bantuan air bersih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bencana kekeringan masih menghantui warga Cianjur.

Kendati hujan sudah turun di beberapa titik, ketersediaan air bersih belum dirasakan warga di Cianjur selatan dan satu di antaranya di wilayah perbatasan Cianjur-Bandung Barat, tepatnya di kawasan Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi.

Seorang tokoh warga Desa Mekarwangi, Cecep Surahman (45), mengatakan warga masih mencuci di aliran Sungai Citarum karena sumur mengering.

Perjuangan untuk mencapai Sungai Citarum tak semudah yang dibayangkan.

Warga yang punya motor, kata Cecep, bisa saja mengangkut pakaian untuk dicuci.

Namun masih banyak warga yang tak punya motor dan harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer.

"Pilihannya sangat sulit, warga yang punya daya beli banyak yang membeli air minum dalam tangki 1.000 liter seharga Rp 60 ribu, namun bagi warga tak mampu ya memilih berjalan kaki menuju Sungai Citarum," kata Cecep saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (16/10/2019).

Dandim Ajak 400 Ajengan Anom Tangkal Radikalisme dengan Syiar Agama

Ini Keuntungan Menempuh Izin Usaha Melalui OSS, Mulai Diterapkan di Pemkab Cianjur

Ia mengatakan sempat ada bantuan air bersih dalam tangki yang disalurkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur yakni ke wilayah Kampung Pasirgkambang RW 04 dan Kampung Tegalkoneng RW 05.

Namun hal itu menurutnya tak cukup karena masih ada kampung lainnya yang masih kekurangan air bersih.

"Kami sudah mengajukan bantuan lagi namun belum datang juga," ujar mantan kades yang baru selesai masa jabatannya ini.

Ia mengatakan, saat ini kondisi yang paling parah adalah daerah Pasirloa dan Pasirwaru. Dua wilayah ini masih ada warga yang menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih untuk kegiatan mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, mengatakan bantuan air bersih yang disalurkan kepada warga berdasar kepada rasa kemanusiaan dan adanya laporan dari warga yang meminta bantuan air bersih.

"Meski hujan sudah turun, namun beberapa wilayah masih kering, kami menyalurkan bantuan dan mengajak pihak lain juga untuk turun melihat ke lapangan kondisi warga saat ini," ujar Susi.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved