Kesulitan Biaya Beli Rumah? Himperra Sediakan 500 Unit Rumah Program BP2BT Bulan Ini

"Untuk program BP2BT saat ini tersedia 14.000 rumah dan tahap awalnya disediakan 500 unit yang harus terserap bulan ini," ucapnya.

Kesulitan Biaya Beli Rumah? Himperra Sediakan 500 Unit Rumah Program BP2BT Bulan Ini
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
(kiri-kanan) Ketua DPD Himperra Jabar, Jajang Suteja, MH Ketua DPP Himperra, Ir. Endang Kawidjaja, Sekjen DPP Himperra, H. Ari Tri Priyono, dan Bendahara Umum DPP Himperra, Ester. Mereka hadir dalam 'MUSDA dan Pelantikan DPD Himpera Jawa Barat' di Garden Permata Hotel, Jalan Leumah Neundeut No 7, Setrasari, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Selama ini sebagian masyarakat sulit mengakses program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan ( program BP2BT ).

Kini, tak perlu khawatir karena pemerintah sudah mempermudah persyaratan akses program BP2BT.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat ( Himperra ), Endang Kawidjaja setelah membuka MUSDA dan Pelantikan DPD Himpera Jawa Barat di Garden Permata Hotel, Jalan Leumah Neundeut No 7, Setrasari, Kota Bandung, Rabu (16/20/2019).

"Sertifikasi laik fungsi saat ini sudah dihilangkan, uang muka diturunkan menjadi 1%, tabungan 6 bulan sekarang singkat menjadi 3 bulan. Sehingga bantuan uang muka yang Rp 4 juta bisa dipindahkan ke KPR dan aksesnya bisa lebih mudah," ujar Endang Kawidjaja.

Di program BP2BT ini, pemerintah tidak lagi memberikan subsidi dalam perhitungan bunga melainkan diberikan pada perhitungan uang muka.

Mumpung Masih Muda, Terapkan Tips Menghemat Keuangan Ini, Manfaatkan Kesempatan Raih Rumah Impianmu

Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (mbr) dari sektor informal. Sektor ini kerap sulit mendapat KPR karena penghasilannya yang tidak tetap.

"Untuk program BP2BT saat ini tersedia 14.000 rumah dan tahap awalnya disediakan 500 unit yang harus terserap bulan ini," ucapnya.

Sebelumnya pemerintah menyebut ada anggaran tambahan mencapai dua triliun untuk BP2BT dan bisa dimanfaatkan hingga akhir tahun 2019 untuk 20.000 unit rumah.

Namun saat ini Endang mengatakan masih menunggu dan jawabannya masih dalam proses, belum terealisasi.

Perkembangan bisnis properti terutama untuk pelaku usaha rumah bersubsidi dikatakan Endang juga sedang mengalami tahun tersulit.

"Alasannya karena anggaran untuk rumah bersubsidi kurang dan mekanisme APBN perubahan tahun 2019 memang tidak ada karena efek dari pelaksanaan Pemilu," ujarnya.

Walaupun keadaan sedang sulit, Endang optimistis bisa melalui tahun 2019 lebih baik karena adanya dana cadangan dari program BP2BT.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved