Hati-hati Tinggalkan Rumah dan Toko, 2 Maling di Kabupaten Bandung Ini Sudah Curi Belasan Laptop

Kedua maling laptop dan televisi ini kerap beraksi di rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi para penghuni di Kabupaten Bandung.

Hati-hati Tinggalkan Rumah dan Toko, 2 Maling di Kabupaten Bandung Ini Sudah Curi Belasan Laptop
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Dua tersangka maling, DS dan YS, di halaman Mapolres Bandung, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Sebanyak 16 unit laptop, 2 LED TV, dan 4 CPU diamankan jajaran Satreskrim Polres Bandung dari dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) alias maling spesialis alat-alat elektronik.

Kedua maling ini kerap beraksi di rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi para penghuni di Kabupaten Bandung.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menuturkan kedua tersangka itu adalah DS dan YS. Selain rumah kosong, toko-toko kosong juga jadi target kedua maling ini.

"Jadi modus kedua pelaku ini masuk dengan cara merusak pintu dengan alat. Kemudian mereka mengambil barang-barang, kebanyakan alat-alat elektronik yang mereka ambil berupa televisi, laptop, dan CPU," kata Indra Hermawan dalam gelar perkara yang digelar di halaman Mapolres Bandung, Rabu (16/10/2019).

Kapolres menuturkan, dari kedua pelaku polisi telah mengamankan barang bukti berupa 16 unit laptop berbagai merek, 2 unit LED TV, dan 4 unit CPU. Termasuk peralatan yang digunakan para pelaku seperti kunci dan besi.

Heboh, Sayembara Menangkap Maling Berhadiah Uang, Siang Hari Rp 500 Ribu, Malam Sejuta

3 Maling Motor Tertangkap Saat Beraksi di Ciumbuleuit, Ditangkap Polisi Bersenjata Laras Panjang

"Penangkapan pelaku dari LP Margahayu, sekitar Desa Sayati. Penyidik mencurigai 2 orang ini, yang saat itu berada di depan toko diduga sedang mengamati. Kemudian dilakukan penangkapan terus diinterograsi," ujarnya.

Saat dilakukan penangkapan itulah polisi mendapati barang-barang yang diduga kerap digunakan para pelaku untuk tindak kejahatan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka tersebut, DS dan YS dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

"Penadahnya juga ada sedang kami dalami, kalau ini menjadi rutinitas, menjadi mata pencaharian, dia (penadah) juga akan dikenakan pasal penadahan Pasal 481," katanya.

Selain itu Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat yang mendapati penjualan barang-barang elektronik yang dijual murah di bawah standar untuk dicurigai dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Jangan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dan segera melapor kalau ada yang menawarkan barang-barang elektronik di bawah standar. Harga murah patut dicurigai tanyakan kalau bisa laporkan saja," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved