Breaking News:

Ditanya Apakah Cuitan Twitter-nya Komentari Penusukan Wiranto atau Bukan, Begini Jawaban Hanum Rais

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Hanum Rais menghargai hak orang untuk membuat laporan ke polisi.

KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Hanum Rais di Polda Metro Jaya, Senin (27/5/2019). 

Hanum Rais menyampaikan, jika saat ini mendekati hari pelantikan presiden.

Karenanya, ia meminta agar cooling down dan menjahui isu-isu negatif.

"Ini sudah mau pelantikan presiden, ayo kita jaga dulu, cooling down, stay away from negatif issue (menjauh dari isu-isu negatif), jadi kita nanti setelah itu biar bisa lebih move on lah. Dan kita move on dengan isu-isu kerakyatan," tegasnya.

Dilaporkan ke polisi

Diberitakan sebelumnya, putri pendiri Partai Amanat Nasional Amin Rais, Hanum Rais, dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Jumat (11/10/2019).

Putri Amien Rais, Hanum Rais Sebut Penusukan Wiranto Cuma Settingan, tapi Cuitannya Lantas Dihapus

Hanum Rais dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019) melalui akun Twitter.

Koordinator Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Rody Asyadi mengatakan, pihaknya melaporkan Hanum karena melihatnya sebagai figur publik, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberikan pernyataan.

"Banyak masyarakat yang sudah simpatik (dengan peristiwan penusukan Wiranto), tapi dia memberikan statement bahwa ini hanya rekayasa, settingan, hanya untuk menggelontorkan dana deradikalisasi," ujar Rody di Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019) seperti dikutip dari artikel Kompas.com berjudul "Hanum Rais Dilaporkan ke Polisi karena Twit Dana Deradikalisasi".

Wiranto narik becak angkut penumpang di Solo
Wiranto narik becak angkut penumpang di Solo (Kolase Tribun Jabar (Instagram/wiranto.official dan Wiranto Channel))

Dia mengaku merasa miris dengan twit yang ditulis oleh Hanum, karena berdampak negatif di lapangan.

Twit Hanum Rais yang dimaksud itu berbunyi, 'Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg. Play victim. Mudah dibaca sbg plot. Diatas berbagai opini yg beredar terkait berita hits siang ini. Tdk banyak yg benar2 serius kenanggapi. Mgkn krn terlalu banyak hoax-framing yg selama ini terjadi'.

Halaman
123
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved