Balitbangtan Tanam Cabai Unggulan di Lembang, Tahan Hama dan Produktivitasnya Tinggi

Balitbangtan Kementerian Pertanian berhasil menanam dan menghasilkan cabai Carvi Agrihorti yang merupakan varietas unggulan baru (VUB).

Balitbangtan Tanam Cabai Unggulan di Lembang, Tahan Hama dan Produktivitasnya Tinggi
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Peniliti Balitbangtan, Ifa Manzia saat menunjukan cabai Carvi Agrihorti di Balitsa, Lembang, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian ( Balitbangtan), Kementerian Pertanian berhasil menanam dan menghasilkan cabai Carvi Agrihorti yang merupakan varietas unggulan baru (VUB).

Cabai berukuran besar ini memiliki keunggulan tahan terhadap serangan hama dan memiliki produktivitas tinggi yakni bisa mencapai 21 hingga 23 ton per hektare saat dipanen pada umur 95 hari.

Peneliti dari Balitbangtan, Redy Gaswanto, mengatakan, saat dipanen cabai ini hasilnya hampir dua kali lipat dari varietas cabai lainnya dan hal itu telah diuji keunggulannya oleh Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) dan dikeluarkan SK sebagai VUB baru pada tahun 2018.

"Cabai ini memiliki warna yang cerah dan mengkilap, ujung cabainya runcing serta rasanya pedas lebih tinggi dibanding jenis cabai lainnya. Dari bentuknya cukup panjang yaitu 13 centimeter," ujarnya saat ditemui di Balitsa, Lembang, Selasa (15/10/2019).

Musim Hujan, Volume Sampah di Kabupaten Bandung Barat Diprediksi Meningkat

Video Viral, Angin Kencang Ngamuk di Bandung Barat, Warga Panik Lari Gendong Anak, Kalebet Pak

Menurutnya, cabai ini sangat cocok untuk ditanam di dataran medium sampai dataran tinggi, tetapi agar lebih optimal, varietas ini baiknya ditanam saat musim hujan.

Ia mengatakan, dengan hadirnya varietas cabai unggulan ini, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas cabai nasional yang mencapai 20 ton per hektare dari saat ini yang baru sekitar 8,82 ton per hektare.

"Saat ini, kami tengah melakukan diseminasi terhadap ibu rumah tangga, pedagang maupun petani dan kami berharap VUB ini bisa menjadi referensi dan berkontribusi terhadap swasembada cabai nasional," ucapnya.

Peniliti Balitbangtan lainnya, Ifa Manzia, mengatakan, adanya cabai unggulan tersebut, sejauh ini sudah mendapatkan respon positif baik oleh petani maupun pedagang.

"Tapi kalau untuk supermarket masih ada yang perlu diperbaiki, baik bentuk maupuj warnanya. Tetapi cabai ini bisa digunakan untuk industri saus cabai karena bahannya sangat cocok untuk itu," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved