Kejari Cianjur Klaim Aplikasi Ali Bajigur Bisa Hemat Biaya Transportasi Warga

Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Yudhi Syufriadi SH MH mengatakan, pengembalian barang bukti melalui aplikasi bisa menghemat biaya warga

Kejari Cianjur Klaim Aplikasi Ali Bajigur Bisa Hemat Biaya Transportasi Warga
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kejari Cianjur mensosialisasikan aplikasi Ali Bajigur untuk pengambilan barang bukti di Kejari Cianjur, Selasa (15/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Yudhi Syufriadi SH MH mengatakan, pengembalian barang bukti melalui aplikasi bisa menghemat biaya warga yang akan mengambil barang bukti tersebut.

Ia mengatakan hal tersebut karena tak semua warga yang akan mengambil barang bukti berasal dari wilayah kota Cianjur.

"Barang bukti bisa langsung diantar ke tempat terdekat termasuk di wilayah selatan Cianjur hal itu bisa menghemat ongkos warga," ujar Kejari, di kantor Kejaksaan Negeri Cianjur, Jalan Dr Muwardi, Senin (14/10/2019).

Aplikasi Ali Bajigur, Warga Cianjur Bisa Ambil Barang Bukti di Kejaksaan Pakai Handphone

Luncurkan Situs Resmi, Kejari Cianjur Segera Luncurkan Ali Bajigur

Ia mengatakan dengan aplikasi yang baru, warga dipermudah dengan tiga pilihan, yakni ambil barang di Kejari, ambil di tempat bersangkutan, atau di tempat terdekat.

"Kaitan dengan hadirnya kepala desa hari ini, jadi nanti para kepala desa akan mengumpulkan para RT dan mensosialisasikan mengenai adanya aplikasi Ali Bajigur ini untuk pengambilan barang bukti," ujar Kejari.

Desa juga bisa menjadi tempat warga untuk mengambil barang bukti asal telah disepakati warga.

Kejari mengatakan, warga yang akan mengambil barang bukti terlebih dahulu bisa masuk ke web Cianjur ada aplikasi Ali Bajigur.

"Warga yang mengetahui barangnya telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah bisa mengisi data di aplikasi Ali Bajigur yang terdapat di web Kejari Cianjur," katanya.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Cianjur, Ema Siti Huzaemah SH MH mengatakan, melalui aplikasi Ali Bajigur ada lima barang bukti yang sudah dikembalikan kepada warga di antaranya, televisi, STNK, dan sepeda motor.

"Kami sudah beberapa kali sosialisasi ini merupakan bentuk dari lanjutan sejauh mana desa mengaplikasikan apakah sudah paham atau belum operator di desa-desa mengenai aplikasi ini," ujar Ema yang saat ini menjadi peserta Diklatpim IV ini.

Senada dengan Kejari warga tak perlu datang berjam-jam ke kejaksaan untuk mengambil barang bukti. Cukup mengisi aplikasi dan menentukan tempat pengambilan barang.

Kades Cimacan, Dadan Supriatna, yang hadir dalam sosialisasi mengatakan dengan adanya aplikasi ini warga bisa lebih mendekatkan diri dengan dunia teknologi dan hukum.

"Terpenting harus ada komunikasi dengan para ketua RT," ujar Dadan.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved