Karhutla Telah Padam, BPBD Majalengka Tutup Posko Tanggap Darurat di TNGC Sektor Awilega

BPBD Kabupaten Majalengka melakukan penutupan posko tanggap darurat Kekabaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (14/10/2019).

Karhutla Telah Padam, BPBD Majalengka Tutup Posko Tanggap Darurat di TNGC Sektor Awilega
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Para personel BPBD Majalengka berfoto dengan Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Harry Subarkah selaku komandan Posko Tanggap Darurat Karhutla dalam acara penutupan posko tanggap darurat, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka melakukan penutupan posko tanggap darurat Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla), Senin (14/10/2019).

Posko yang berada di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sektor Awilega itu, ditutup dengan dipimpin langsung oleh Dandim 0617 Majalengka, Letkol Inf Harry Subarkah selaku komandan Posko Tanggap Darurat Karhutla.

Penutupan itu dilangsungkan karena Karhutla di TNGC sektor Awilega tepatnya di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka telah padam.

Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan pendirian posko tersebut sudah dilakukan selama kurang lebih 9 hari selama Karhutla.

Gara-gara Karhutla dan Ditutup 5 Hari untuk Wisatawan, Kawah Putih Rugi Ratusan Juta Rupiah

Ritual Nyiramkeun di Majalengka, Tradisi Ratusan Tahun Kerajaan Talaga Manggung

Posko itu, kata dia, berada di wilayah Batu Nyongclo, tepatnya di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh.

"Kami memantau kondisi wilayah terdampak serta menangani tiap wilayah yang terlihat ada bara api ataupun asap," ujar Agus, Selasa (15/10/2019).

Agus pun menceritakan, beberapa kendala yang dihadapi selama menyelamatkan lahan hutan yang terbakar.

Salah satu kendalanya, yakni medan yang sulit dan terjal.

"Berbagai kendala lainnya seperti arah angin yang berubah-ubah dengan kecepatan tinggi, itu pun kami hadapi demi penanganan kebakaran itu," ucap dia.

Selama mendirikan posko, kata Agus, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Polhut, pihak TNGC, relawan dan masyarakat terus berkoordinasi selama masa tanggap darurat.

Ia pun menyebut, terus bersama-sama menangani Karhutla tersebut.

"Secara berkala kami bergantian melakukan penanganan dan pemantauan, hal ini dikarenakan kondisi fisik kami yang perlu recovery," kata Agus Permana.

Agus pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan terhadap sesama agar terus berupaya dalam pelestarian lingkungan.

"Karena kita semua tahu bahwa keseimbangan kehidupan tiap makhluk hidup bergantung kepada bagaimana sang makhluk hidup saling menjaga," ujarnya.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved