Tak Kunjung Hujan, Warga Desa Paningkiran Ini Hanya Andalkan Pompa Manual untuk Dapat Air Bersih

Warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka memanfaatkan pompaan sebagai sumber mata air, Senin (14/10/2019).

Tak Kunjung Hujan, Warga Desa Paningkiran Ini Hanya Andalkan Pompa Manual untuk Dapat Air Bersih
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka memanfaatkan sumber air yang diambil dengan pompa manual, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Warga Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka memanfaatkan pompa air manual sebagai sumber air bersih, Senin (14/10/2019).

Hal itu mengingat hingga hari ini, musim kemarau masih melanda Desa yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Cirebon tersebut.

Yang mengakibatkan sumur hingga mesin penyedot air tak lagi menghasilkan air.

Di Musim Kemarau, Petani Jambu Kristal Akui Sedikit Berpengaruh Terhadap Rasanya

Bacaan Doa Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara Shalat Istisqo Beserta Doa saat Hujan Turun

Salah satu warga RT 003 RW 003 Blok III di Desa Paningkiran, Yanti Prihatini (49) mengatakan kesulitan iar sudah dirasakannya sejak 2 bulan terakhir.

Selama kesulitan tersebut, dirinya serta warga sekitar memanfaatkan pompaan air yang berada di pinggir jalan Gang Loji Blok III Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

"Mau bagaimana lagi, kita setiap harinya butuh air, air kan sumber kehidupan. Mau tidak mau kita memanfaatkan pompaan sebagai sumber air kita saat ini," ujar Yanti saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (14/10/2019).

Lanjut dirinya menyampaikan, pemanfaatan pompaan tersebut dinilai kurang efektif karena di jam-jam tertentu banyak warga yang mengantre untuk sekadar mengambil air dalam satu ember.

Apalagi, desakkan menggunakan air selalu ada mengingat kebutuhan sehari-hari harus tetap dijalankan.

"Susahnya kalau di jam-jam tertentu kaya pagi dan sore, kan warga banyak yang ingin mandi di waktu tersebut, makanya lama lah tidak efektif," ucap dia.

Sementara, menurut warga lainnya, Uswatun Hasanah (23) menyampaikan semenjak di desanya kekurangan air, dirinya selalu bijak dalam penggunaan air.

Ia tak ingin, air yang susah payah didapat dari pompaan tersebut dibuang cuma-cuma.

"Semenjak kesulitan air ya selalu hemat, dipakai seperlunya. Malahan demi berbagi dengan anggota keluarga lainnya, kalau di hari libur saya mandi kadang cuma sekali," kata Uswatun.

Dirinya menginginkan, selama kekeringan yang melanda di desanya, pihak terkait dapat membantu dalam penyaluran bantuan air.

Mengingat, warga di Desa Paningkiran tersebut sangat membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved