Sudah Dapat 1 BMW dan 2 Pajero, Kini Mantan Office Boy Itu Dapat Xpander, Ikuti Bisnis Paytren

Ngudi Hananto langsung sujud syukur setelah mobil Xpander berwarna silver ditunjukan di hadapannya,

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
CEO & Co-Founder PayTren, Hari Prabowo, Owner & Founder PayTren Yusuf Mansur, Leader Paytren berprestasi, Ngudi Hananto dan istrinya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ngudi Hananto langsung sujud syukur setelah mobil Xpander berwarna silver ditunjukan di hadapannya, tepatnya di dealer Mitsubishi Mahligai, Jalan Gardujati No 7, Kota Bandung, Senin (14/10/2019).

Wajahnya tampak merah, karena menangis bahagia. Ia kembali mendapatkan bonus dari program promo gold Xpander dari Paytren.

Bonus yang didapatkan oleh Ngudi Hananto bukanlah pertama kali didapatkannya. Ia mengatakan sudah 10 kali mendapatkan bonus dari Paytren.

"Sebelumnya saya dapat mobil BMW dan dua Pajero. Untuk mobil XPander ini begitu istimewa karena saya mendapatkannya dalam progress dua bulan saja," ujar Ngudi.

Bonus tersebut, ia dapatkan karena berhasil menjual produk sebanyak 500 paket dalam bentuk inolive seperti madu propolis dan beberapa produk stamina kesehatan lainnya.

Venue Persib Bandung vs Persija Jakarta Belum Jelas, Robert Alberts: Lebih Baik di Singapura

Dari satu paket produk yang dijual oleh Ngudi, ia mendapatkan omzet Rp1,6 Juta dan terjual 500 paket.

Kisah perjalanan Ngudi yang telah bergabung Paytren sejak 2013 juga cukup menarik. Sebelumnya ia adalah seorang office boy.

Ia menceritakan ia adalah asli Tegal yang kemudian merantau ke Semarang. Ayahnya sudah meninggal saat kelas 2 SMA, dan ibunya adalah seorang pedagang pasar.

Ia ingin kuliah tetapi tidak punya biaya dan akhirnya ke Semarang untuk menjadi office boy.

Pada 2013 ia bertemu dengan bisnis ini dan paytren dan mulai membangun relasi dengan bergabung dengan komunitas dan mencari partner.

"Saya berasal dari keluarga pas-pasan. Sebagai marketing saya hanya bisa menjalin relasi karena partner itu adalah aset saya," ucapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, pendiri Paytren Ustaz Yusuf Mansur juga ikut hadir dalam pemberian bonus tersebut.

Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Keji Ini Masih Bisa Tersenyum, Pertama Kali di PN Garut

Ia menjelaskan sejak awal mendapatkan izin membuat e-money, Paytren memiliki regulator untuk memisahkan antara direct selling dan e-money.

"Perbedaan direct selling dan toko biasa ini kita memutus mata rantai distribusi. Kami membakar uang di marketing dan promosi yang biasanya bisa sampai menghabiskan miliaran rupiah. Untuk paytren yang dijadikan marketing adalah langsung penggunanya," ujar Yusuf Mansur.

Selama ini Paytren membangun komunitas dengan menggunakan sistem pemasaran sharia direct selling atau penjualan langsung berjenjang berdasarkan prinsip syariah.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved