Pria Ini Rampok Puluhan Juta Rupiah dari PSK, Kini Dihukum 3 Tahun Penjara dan 12 Kali Cambuk

Seorang pria di Malaysia nekat merampok uang dan telepon genggam seorang pekerja seks komersial atau PSK.

Pria Ini Rampok Puluhan Juta Rupiah dari PSK, Kini Dihukum 3 Tahun Penjara dan 12 Kali Cambuk
Vanuatu Independent
Ilustrasi prostitusi 

TRIBUNJABAR.ID, SINGAPURA - Seorang pria di Malaysia nekat merampok uang dan telepon genggam seorang pekerja seks komersial atau PSK.

Dalam aksinya, pria bernama Steeven Raj Raj Bernard Clement itu mengancam PSK berusia 30 tahun menggunakan pisau.

Awalnya, Clement merespons iklan layanan seksual yang perempuan berusia 30 tahun itu dalam kejadian yang berlangsung di Singapura.

Dilansir The New Paper via Asia One Senin (14/10/2019), pria Malaysia 29 tahun itu merampok 2.000 dollar Singapura, atau Rp 20,6 juta, dalam berbagai kurs.

Hendak Diselamatkan Saat Badai Hagibis, Lansia di Jepang Tewas Jatuh dari Helikopter

Selain itu, Clement juga diketahui menggondol ponsel iPhone milik si PSK yang ditaksir bernilai 1.400 dollar Singapura, atau Rp 14 juta.

Clement diputus bersalah pada Kamis pekan lalu (10/10/2019), atas tuduhan melakukan perampokan setelah pukul 19.00 dan sebelum pukul 07.00.

Selain dipenjara tiga tahun dan dicambuk 12 kali, tuduhan kepemilikan senjata berbahaya dan intimidasi tengah dipertimbangkan.

Insiden itu berawal pada 9 Juni, ketika Clement merespons iklan layanan seksual, dan diminta ke hotel di kawasan Geylang.

Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, dia menyerahkan uang 100 dollar Singapura, sekitar Rp 1 juta, kepada PSK dan mereka pun berhubungan seks.

Wakil Jaksa Penuntut Sunil Nair kepada Hakim Distrik Teo Guan Kee berkata, Clement mempersiapkan pisau yang sudah dibawanya.

Detik-detik Dahsyatnya Badai Hagibis Terjang Jepang, Berdampak ke Indonesia? Begini Kata BMKG

Ketika korban hendak ke kamar mandi, dia menggenggam tangannya, memotong kabel telepon, dan berteriak supaya korban menyerahkan uangnya.

Setelah mendapatkan uangnya, Clement meninggalkan hotel pukul 22.45 dengan sebelumnya dia meminta korban untuk tutup mulut.

Dia ditangkap pukul 05.20 keesokan harinya dengan polisi menemukan uang yang dicuri, ponsel, pisau, dan lap sidik jari buatan sendiri.

Hakim Teo mencatat bahwa upaya Clement merampok PSK itu sudah dipersiapkan sebelumnya. Untungnya, korban tidak terluka.

Clement kemudian merespons dengan meminta keringanan hukuman. Dia beralasan ibunya terkena kanker, dan saudaranya tengah hamil.

Video Dahsyatnya Topan Hagibis di Jepang, Badai Terburuk dalam 60 Tahun Terakhir

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved