Ketum PTMSI Jawa Barat Terkejut dan Prihatin, Tenis Meja Tak Dipertandingan di PON XX

“Di perjalanan, kami dikejutkan dengan SK PB PON yang tak mempertandingkan tenis meja di PON XX mendatang,” katanya.

Ketum PTMSI Jawa Barat Terkejut dan Prihatin, Tenis Meja Tak Dipertandingan di PON XX
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Peserta kejuaraan daerah ( Kejurda) tenis meja Jawa Barat yang memperebutkan Piala Gubernur berlaga di GOR Tenis Meja, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Jawa Barat, Ade Koesjanto, mengaku sangat prihatin, lantaran tenis meja tidak dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020.

Ade menyatakan, melalui keputusan PB PON XX, KONI dan Kemenpora menerbitkan keputusan dari rencana 47 cabang olahraga (cabor) diciutkan menjadi 37 cabar yang akan dipertandingkan di PON XX.

Ada 10 cabor yang tereliminasi termasuk tenis meja

“Kami merasa prihatin atas keputusan itu karena jauh-jauh hari telah melakukan persiapan, menjelang PON nanti, telah melakukan beberapa kali seleksi dan menghasilkan atlet yang akan mengikuti PON, sekarang pun sedang Pelatda,” ujar Ade Koesjanto saat ditemui di PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (14/10/2019).

Ade mengatakan, Pelatda tenis meja Jabar dijadwalkan digelar hingga akhir Oktober ini di GOR Tenis Meja, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

“Di perjalanan, kami dikejutkan dengan SK PB PON yang tak mempertandingkan tenis meja di PON mendatang,” katanya.

Peraih Medali Emas Kejurda Ini Menyayangkan Masih Belum Ada Traning Camp Tenis Meja BK PON XX

Tenis Meja Tak Dipertandingkan di PON XX Papua

Ade memaparkan, tenis meja ini belum mandiri karena anggarannya didukung KONI yang berasal dari hibah pemerintah.

“Tenntunya kami harus mempertanggungjawabkan, apa yang selanjutnya dilakukan,” kata dia.

Ade mengatakan, kegiatan pelatda tim tenis meja Jaba  ini sudah dapat anggaran dari KONI Jabar dalam kurun waktu satu bulan.

“Kami sudah sampaikan apakah tuntaskan atau juga berhenti saja di sini, nanti pelatih akan menyampaikan kepada atlet, tapi anggaran dari KONI Jabar itu jika diberhentikan tidak bisa dikembalikan karena sudah digunakan untuk akomondasi dan lainnya,” kata dia.

BK PON, kata Ade, sudah direncanakan digelar selama 1-7 November 2019.

“BK harusnya tidak ada juga, bisa saja diadakan tapi bukan BK PON, bisa saja diubah menjadi kejurnas, tapi itu belum ada keputusan,” ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved