West Java Green 2019 Ajang Kolaborasi Bisnis Hijau dan Pengembangan Ekositem Berkelanjutan

West Java Green 2019 ini merupakan kolaborasi bersama lembaga dan komunitas yang merupakan kelanjutan dari Kolaborasi Bandung Green Festival 2018.

West Java Green 2019 Ajang Kolaborasi Bisnis Hijau dan Pengembangan Ekositem Berkelanjutan
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Galih Raditya (Komunitas 1000 Kebun, paling kiri), Cecep Kodir Jaelani (Direktur eksekutif PUPUK), Pujiastuti (Disperindag Jabar), Helma Agustiawan (KADIN Jabar), dan Nia Kurniasih (AIKMA Bandung, paling kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers Kick off West Java Green 2019, di kawasan Jalan Citarum, Kota Bandung, Sabtu (12/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di tengah mulai bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup ramah lingkungan (ecogreen), hadirnya West Java Green 2019 memberikan sebuah dorongan baru akan perlunya produk yang lebih bertanggung jawab terhadap di lingkungan.

West Java Green 2019 ini merupakan kolaborasi bersama lembaga dan komunitas yang merupakan kelanjutan dari Kolaborasi Bandung Green Festival 2018.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung, Cecep Kodir Jaelani, saat ini produk ramah lingkungan menjadi produk yang lebih diminati oleh masyarakat. 

Kurangi Penggunaan Plastik, Gojek Luncurkan GoGreener

Berkomitmen Jadi Green Campus, Unpad Resmikan Jalatista, Keran yang Airnya Langsung Bisa Diminum

Untuk lebih mendorong kesadaran masyarakat dan pebisnis/produsen, maka West Java Green 2019 yang lahir dari inisiatif kelompok, lembaga, dan komunitas, ingin memperkenalkan dan mengajak para pelaku startup, UMKM, dan pengusaha untuk menerapkan nilai-nilai green business yaitu; berkelanjutan, koherensi sosial, dan ramah lingkungan

Kampanye penerapan green business tahun ini bahkan diperluas dengan membentuk payung bersama dalam sebuah konsorsium yang terdiri dari PUPUK/ACMFN, Komunitas1000Kebun, Komunitas Hayu Hejo Kota Baru Parahyangan, AIKMA, Komunitas Organik Indonesia (chapter Bandung), HIPMI Jawa Barat,  KADIN Jawa Barat, PUM Nederland, dan The Local Enabler UNPAD. 

"West Java Green 2019 terdiri dari dua kegiatan utama yaitu West Java Green Incubation dan West Java Green Festival.  West Java Green Incubation adalah inkubasi selama dua bulan yang akan melatih para pengusaha hijau agar bisa mengembangkan usahanya para pelaku usaha yang terpilih akan bersama menjadi duta atau ambassador green business. Sementara, West Java Green Festival adalah puncak acara yang akan diisi dengan pitching dari pengusaha yang sudah selesai melakukan inkubasi, festival produk dan community gathering," tutur Cecep Kodir yang akrab disapa Ceko dalam konferensi pers Kick off West Java Green 2019, di kawasan Jalan Citarum, Kota Bandung, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Ceko, kebutuhan masyarakat akan produk ramah lingkungan ini dapat menjadi potensi untuk menciptakan ekosistem praktik bisnis hijau yang tidak hanya mampu menciptakan produk yang menjanjikan keuntungan namun juga menyelesaikan isu sosial dan lingkungan.

Ini, kata Ceko, membuat  kolaborasi West Java Green ini lebih bersifat inklusif dan merangkul lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam pengembangan wirausaha dan ekosistem hijau di Indonesia.

Ceko menjelaskan bahwa praktik bisnis hijau masih belum banyak dikembangkan karena sebagian besar pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar, masih menjalankan praktik bisnis konvensional dan belum ramah lingkungan.

Untuk itulah  Kick off West Java Green 2019 dengan melibatkan lebih dari 100 partisipan dari multielemen seperti para pelaku usaha, komunitas, lembaga keuangan, perguruan tinggi media, dan dari pemerintah di bidang terkait.

Di sini mereka bersama-sama berbagi pengetahun mengenai potensi bisnis hijau baik secara bisnis maupun dampak positif untuk lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Kadin Jabar yang turut berpartisipasi di acara ini dan diwakili Bidang UMKM, Helma Agustiawan, mengatakan bahwa bisnis hijau harus mampu mempertahankan keberlangsungan usaha dan harus didukung berbagai pihak untuk bisa berkelanjutan dan memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan sosial. 

Menurut Helma, bisnis hijau pun harus mampu menjamin kesejahteraan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai usaha tanpa meninggalkan konsep ramah lingkungan

"Bisnis yang ideal adalah mampu menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Jadi gerakan ini adalah gerakan pentahelix. West Java Green 2019 mengajak para pelaku startup, UMKM dan pengusaha untuk menerapkan green business sustainable yatu mampu mempertahankan keberlangsungan usaha," ujarnya.  (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved