Di Musim Kemarau, Petani Jambu Kristal Akui Sedikit Berpengaruh Terhadap Rasanya

Petani Jambu Kristal asal Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Runah Heriyanto mengakui musim kemarau sedikit mengganggu rasa jambunya

Di Musim Kemarau, Petani Jambu Kristal Akui Sedikit Berpengaruh Terhadap Rasanya
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Runah Heriyanto, Petani Jambu Kristal asal Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Petani Jambu Kristal asal Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Runah Heriyanto mengakui di musim kemarau saat ini sedikit mengganggu rasa jambunya.

Hal ini ia sampaikan saat panen raya yang telah tiba, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Heri, sapaan akrabnya, di musim kemarau berkepanjangan ini sedikit berdampak terhadap rasa Jambu Kristal yang mengalami sedikit keasaman.

Padahal biasanya, kata dia, Jambu Kristal asal Desa Jayi ini terkenal dengan rasanya yang manis dan berkulit bersih.

"Hanya berpengaruh ke rasanya sih, ada yang bilang rasanya sedikit asam, tidak seperti biasanya," ujar Heri, Sabtu (12/10/2019).

Punya 200 Ribu Pohon Jambu Kristal, Petani Majalengka Ini Sekarang Beromset Rp 1 Miliar Sekali Panen

Sejumlah pekerja sedang memetik Jambu Kristal di kebun milik Runah Heriyanto, petani Jambu Kristal asal Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Sabtu (12/10/2019).
Sejumlah pekerja sedang memetik Jambu Kristal di kebun milik Runah Heriyanto, petani Jambu Kristal asal Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Sabtu (12/10/2019). (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Diketahui, sejak bulan April, Kabupaten Majalengka sedang mengalami musim kemarau berkepanjangan.

Menurut BMKG Kertajati, musim hujan bakal tiba di akhir Oktober 2019 ini.

Sementara itu, Heri mengatakan, meskipun berpengaruh ke citarasa Jambu, penjualan buah ke beberapa kota tujuan tidak mengalami gangguan.

Harga, kata dia, masih terbilang stabil di angka Rp 10 ribu perkilo untuk ukuran sedang dan Rp 13 ribu untuk ukuran besar

"Alhamdulilah tidak berpengaruh ke pemasaran, harga masih stabil," ucap dia.

Lanjut Heri menyampaikan, untuk menyiram pohon jambu dikebunnya, ia lakukan sebanyak 1 Minggu sekali.

Ini merupakan sudah masuk standar perawatan agar panen Jambu Kristal menghasilkan secara maksimal.

"Cukup 1 Minggu sekali, tapi kan biasanya dibantu dengan air hujan, karena ini hanya bermodalkan dengan penyiraman secara manual jadi sedikit berpengaruh terhadap rasa jambu itu sendiri," kata Heri.

Heri sudah belasan tahun berkebun buah Jambu Kristal, setiap kali panen omsetnya mencapai Rp 1 milyar.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved