Cantik, Ada Ratu dan Raja Mangga Hadir Dalam Festival Tjimanoek 2019

Ada yang unik dalam perayaan Festival Tjimanoek 2019, yakni hadirnya ikon Ratu dan Raja Mangga dalam menyemarakan Hari Jadi ke-492 Kabupaten Indramayu

Cantik, Ada Ratu dan Raja Mangga Hadir Dalam Festival Tjimanoek 2019
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Ikon Ratu Mangga saat menyemarakkan Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu, di Kawasan Pasar Mambo Indramayu, Sabtu (12/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ada yang unik dalam perayaan Festival Tjimanoek Tahun 2019, yakni hadirnya ikon Ratu dan Raja Mangga dalam menyemarakan Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu, Sabtu (12/10/2019).

Bupati Indramayu, Supendi mengatakan, Ratu Mangga dan Raja Mangga ini sengaja dihadirkan untuk menunjukkan bahwa salah satu ikon yang menjadi ciri khas Kabupaten Indramayu adalah terkenal akan buah mangganya.

"Kita itu terkenal akan mangganya, ada mangga gedong gincu, ada mangga cengkir, ada juga arum manis," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Dirinya menilai, hadirnya Ratu Mangga dan Raja Mangga menjadi langkah efektif dalam memperkenalkan buah mangga kepada publik.

Festival Tjimanoek 2019, Jadi Ajang Edukasi Budaya, Kesenian, dan Tradisi Khas Kabupaten Indramayu

Kemeriahan Festival Tjimanoek 2019 dalam rangka Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu di Kawasan Pasar Mambo Indramayu, Sabtu (12/10/2019).
Kemeriahan Festival Tjimanoek 2019 dalam rangka Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu di Kawasan Pasar Mambo Indramayu, Sabtu (12/10/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Saat masyarakat ingin mencari buah mangga, maka mereka akan datang ke salah satu pusatnya, yaitu di Kabupaten Indramayu.

Dirinya juga berkeinginan, agar para petani mangga bisa terdorong untuk melakukan beragam inovasi menarik melalui beragam olahan-olahan produk industri kreatif dari buah mangga.

Dari beragam usaha kreatif itu, otomatis akan membuat produksi mangga di Kabupaten Indramayu memiliki nilai jual lebih.

Tidak hanya dalam lingkup lokal atau nasional, melainkan Supendi ingin olahan mangga Kabupaten Indramayu bisa masuk ke pasar-pasar internasional.

"Kita mempunyai tanaman-tanaman (buah mangga) yang memadai, ini bisa untuk kegiatan ekspor, atau bisa juga termotivasi dengan diolah menjadi beragam produk khas Indramayu," ujar dia.

Ikon Raja Mangga saat menyemarakkan Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu, di Kawasan Pasar Mambo Indramayu, Sabtu (12/10/2019).
Ikon Raja Mangga saat menyemarakkan Hari Jadi Ke-492 Kabupaten Indramayu, di Kawasan Pasar Mambo Indramayu, Sabtu (12/10/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Dengan sumber daya alam Kabupaten Indramayu yang potensial itu, menurut Supendi apabila bisa dimanfaatkan dengan baik, akan menjadi potensi daerah yang tidak kalah dari daerah lainnya di Indonesia.

Hal itu perlu dirasa perlu dilakukan, sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Indramayu.

"Jika diolah dengan baik ini bisa menjadi nilai tambah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indramayu," ucap Supendi.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved