Universitas Widyatama Sabet Perak di Malaysia, Rancang Deteksi Cybercrime dan Terorisme di Medsos

Universitas Widyatama meraih medali perak dalam kegiatan Internasional Conference and Exposition on Inventions

Universitas Widyatama Sabet Perak di Malaysia, Rancang Deteksi Cybercrime dan Terorisme di Medsos
Tribun Jabar/Cipta Permana
Rektor Widyatama Prof Dr Obsatar Sinaga memberikan materi terkait public speaking kepada ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dalam kegiatan PPU 2019 di Aula Kampus Universitas Widyatama Bandung, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Widyatama meraih medali perak dalam kegiatan Internasional Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (Pecipta 2019) yang digelar Kementerian Pendidikan Malaysia.

Kegiatan digelar di Universiti Tun Husein On Malaysia dari 22 sampai 23 September 2019 diikuti 700 perserta dari sejumlah negara di Asean serta dikunjungi 10,622 orang dengan tema Innovation Beyond Imagination.

Universitas Widyatama mengusung konsep Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone. Konsep yang diusung Widyatama dan akan dikonkretken dalam bentuk aplikasi pelacak terorisme dan cyber crime.

"Di ajang itu kami mengajukan paper Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps for Smarphone. ‎Ini nanti akan dalam bentuk aplikasi yang mampu melacak aktifitas terindikasi terorisme dan kejahatan cyber crime," ujar Rektor Universitas Widyatama, Prof Dr H Obsatar Sinaga di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019).

Plt Bupati Cianjur akan Beri Bantuan Rumah untuk Korban Bencana Longsor

Penyusunan paper itu berangkat dari masalah penanggulangan terorisme oleh pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BN‎PT). Menurutnya, selama ini upaya penanggulangan terorisme dilakukan dari forum forum tatap muka.

"Namun, doktrinisasi radikalisme terus diekploitasi di media sosial. Riset dalam paper tersebut berisi solusi pemulihan yang cepat untuk mengurangi cyber crime," katanya.

Dalam aplikasi yang konsepnya berasal dari Universitas Widyatama itu, ‎akan memiliki kemampuan surveillance atau pelacakan aktifitas komunikasi di tiap aplikasi media sosial. Misalnya, jika komunikasi media sosial terdapat kalimat thagut, aplikasi ini akan melacak siapa dibalik komunikasi itu.

Psikolog Jelaskan Mengapa Ada Warganet yang Bahagia saat Wiranto Ditusuk, Erat dengan Politik

"Langsung terlacak siapa, lalu nanti diikuti dulu siapa dia. Nanti akan terlacak siapa dan bagaimana latar belakangnya. Dari situ bisa dilakukan deradikalisasi," katanya.

Ia menambahkan, perancangan konsep itu melibatkan Universitas Padjadjaran serta perguruan tinggi di Malaysia.

"Ini salah satu bentuk bakti perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Widyatama dalam penanggulangan terorisme," kata dia.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved