RSUD Majalengka Siap Mengemban Predikat SNARS, Sudah Verifikasi Kedua

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka siap mengemban predikat sebagai Standar

RSUD Majalengka Siap Mengemban Predikat SNARS, Sudah Verifikasi Kedua
tribunjabar/eki yulianto
Tim Surveyor didampingi Wakil Bupati dan Direktur RSUD Majalengka saat survei di RSUD Majalengka, Jumat (11/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka siap mengemban predikat sebagai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

SNARS sendiri merupakan standar akreditasi baru yang bersifat nasional dan diberlakukan secara nasional di Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Majalengka, Harizal F Harahap, Jumat (11/10/2019).

Disampaikan dia, setelah pihaknya telah di survei verifikasi pertama di tahun 2018 lalu, kini RSUD Majalengka menempuh verifikasi yang kedua untuk melengkapi akreditasi yang pertama.

Dari survei itu, kata dia, akan dilaporkan untuk penentuan RSUD Majalengka dapat mengikuti jenjang survey berikutnya di tahun 2020.

Ibu di Banjarmasin Tega Jual Anak Angkatnya yang di Bawah Umur Layani Pria Hidung Belang

"Kami siap mengikuti jenjang survey di tahun 2020 mendatang dan mengemban predikat SNARS," ujar Harizal, Jumat (11/10/2019).

"Dengan SNARS ini kita tidak usah lagi akreditasi tingkat internasional karena sudah diakui ISQua dengan Australia kita sudah setaraf," ucap dia.

Lanjut dia, seluruh aspek yang terdapat di RSUD Majalengka baik fasilitas maupun pelayanan sangatlah diperhatikan sesuai standar.

"Memindahkan pasien dan dalam memberikan obat pun harus standar, tidak main-main. Pokoknya segala sesuatunya harus sesuai standar," kata Harizal.

Bercak Darah Membawa Pada Penemuan Bayi Terbungkus Daun Pisang di Saluran Air, Ajaib Masih Hidup

Harizal menambahkan, hal terpenting untuk mempertahankan predikat paripurna bintang lima yaitu dengan kerja nyata memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas.

Sebab, berorientasi kepada sasaran keselamatan pasien harus sesuai dengan standar klinis, efisien dan efektif.
"Sehingga, upaya pengobatan kepada pasien dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved