Minta Hujan, Sejumlah Warga di Dua Lokasi di Kota Tasikmalaya Gelar Salat Istiska

Berharap musim hujan segera tiba, sejumlah warga di Kota Tasikmalaya menggelar salat istiska, Jumat (11/10/2019) Siang.

Minta Hujan, Sejumlah Warga di Dua Lokasi di Kota Tasikmalaya Gelar Salat Istiska
Tribun Jabar/Isep Heri
Sejumlah warga di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, menggelar salat istiska, Jumat (11/10/2019) Siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Berharap musim hujan segera tiba, sejumlah warga di Kota Tasikmalaya menggelar salat istiska, Jumat (11/10/2019) Siang.

Pada hari ini, terdapat dua lokasi yang menggelar salat sunnah untuk meminta hujan tersebut.

Lokasi pertama, di Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang. Kedua di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi.

Selama Kemarau Warga Perbutulan Cirebon Tak Dapat Bantuan Air Bersih, Terpaksa Pakai Air Sungai

Salat istiska di kedua lokasi sama-sama digelar di sebuah lahan sawah yang telah mengering akibat kemarau panjang.

Di lokasi pertama, salat istiska dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf.

"Saya apresiasi, dan harap diikuti oleh tempat-tempat lain untuk melaksanakan salat ini," kata dia saat ditemui.

Untuk di Kota Tasikmalaya, kata Yusuf, beberapa titik alami krisis air bersih akibat dampak kemarau panjang tahun ini.

Menurutnya, selain menjalankan sunnah melalui berdoa dan bersyukur, warga mengingatkan betapa pentingnya untuk memelihara lingkungan.

"Dikarenakan perubahan musim saat ini sangat dipengaruhi rusaknya alam, maka mari semua memelihara dan menjaga kelestarian alam," kata Yusuf.

TK Ini Diduga Paksa Murid Habiskan Makan di Toilet Jika Makan Terlalu Lama

Sementara itu di lokasi kedua, yakni di Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, salat istiska diikuti sejumlah warga yang tergabung di 4 DKM.

"Beberapa bulan belum hujan, sebagai sarana taqorub kami kepada Allah SWT untuk meminta hujan. Dimana turunnya hujan saat ini menjadi kebutuhan semua mahluk," Ujar Soleh Ma'mun selaku tokoh masyarakat saat ditemui.

Dijelaskannya kondisi air saat ini mesti masih tersedia untuk kebutuhan sehari-hari namun diakuinya sudah mulai berkurang.

"Paling parah di ladang dan kolam air sudah kering. Petani banyak yang menganggur karena ladangnya sudah tak terairi," jelas Momon.

Kisah Relawan Penjinak Api di Gunung Ciremai, Kekurangan Logistik hingga Didatangi Makhluk Halus

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved