Dalam Seminggu, 22 Gempa Landa Jawa Barat, Satu di Antaranya Bersumber dari Sesar Lembang

Dalam seminggu terakhir, 22 gempa landa Jawa Barat. Satu di antaranya bersumber dari Sesar Lembang.

Dalam Seminggu, 22 Gempa Landa Jawa Barat, Satu di Antaranya Bersumber dari Sesar Lembang
Infografis Sesar Lembang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 22 gempa bumi terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya pada 4-11 Oktober 2019.

Masyarakat pun diimbau selalu mengantisipasi gempa bumi dengan cara mitigasi pengurangan risiko bencana.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung BMKG, Tony Agus Wijaya, mengatakan 22 gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya ini memiliki magnitudo atau besaran gempa bervariasi mulai dari M 2.2 sampai M 4.8 yang didominasi oleh kejadian gempa bumi dangkal (<130 km) di selatan Jawa Barat.

Tony mengatakan gempa-gempa yang terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya ini berasal dari dua sumber utama.

Pertama adalah sumber gempa yang berasal dari zona subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia yang dimulai dari selatan hinggga ke utara Jawa Barat.

"Kedua, sumber gempa berasal dari sesar aktif yang berlokasi di daratan Jawa Barat. Setidaknya terdapat 4 sesar aktif di daerah ini, yaitu sesar Cimandiri, sesar Lembang, sesar Baribis, dan sesar Garsela. Adapun di daerah Selat Sunda hingga selatan Banten terdapat beberapa sesar aktif, yaitu sesar Ujung Kulon dan sesar Semangko," kata Tony Agus Wijaya melalui ponsel, Jumat (11/10/2019).

Dari catatan selama satu minggu terakhir tersebut, katanya, gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya sudah dikelompokan berdasarkan sumbernya.

Sepuluh kejadian gempa bumi di selatan Jawa Barat hingga Banten dan kejadian di barat daya Lampung kemungkinan berasosisasi dengan Zona Subduksi antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Penyebab ini pun kemungkinan berasosiasi dengan gempa bumi yang sempat terjadi di Kabupaten Tasikmalaya dengan skala II MMI dan di Garut Selatan serta Kabupaten Sukabumi dengan skala I-II MMI.

Satu kejadian gempa bumi di barat daya Banten kemungkinan berasosiasi dengan sesar Ujung Kulon. Tiga kejadian gempa bumi di daratan Jawa Barat kemungkinan berasosisasi dengan sesar lokal di Kabupaten Bogor. Satu kejadian gempa bumi lainnya di daratan Jawa Barat kemungkinan berasosisasi dengan Sesar Lembang.

Masyarakat, katanya, diimbau tidak panik tetapi harus selalu waspada terhadap kemungkinan gempa yang akan terjadi.

Indonesia selama ini termasuk daerah yang rawan gempa karena menjadi rangkaian lingkaran api pasifik.

"Gempa bumi adalah aktivitas alam dan menjadi tetangga kita. Jadi kita bisa hidup harmonis bersama gempa dengan melakukan langkah mitigasi pergurangan risiko secara bertahap dan dimulai dari dekat kita," katanya.

Upaya mitigasi ini, katanya, di antaranya dilakukan dengan merencanakan jalur evakuasi ke ruangan terbuka terdekat, menata interior agar benda berat tidak jatuh saat gempa, dan memeriksa bangunan agar memenuhi syarat bangunan tahan gempa.

"BMKG siap melayani informasi gempa, masyarakat dapat memperoleh info melalui aplikasi HP di 'info BMKG' dan medsos Facebook, Twitter, Instagram di 'info BMKG'," katanya.

DPRD Minta Pemprov Jabar Terus Tingkatkan Angka Partisipasi Lasar Pendidikan Tinggi di Jawa Barat

Dapatkan Info Terlengkap Wisata di Jawa Barat Lewat Aplikasi Siraru

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved