Bacaan Doa Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara Shalat Istisqo Beserta Doa saat Hujan Turun

Berikut ini bacaan doa meminta hujan lengkap dengan tata cara shalat Istisqo beserta doa saat hujan turun, bacaan latin dan terjemahannya.

Bacaan Doa Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara Shalat Istisqo Beserta Doa saat Hujan Turun
Tribun Jabar
Ilustrasi - Bacaan Doa Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara Shalat Istisqo Beserta Doa saat Hujan Turun 

Seperti halnya shalat id, namun kecualia di Makkah dan Masjidil Haram.

Sebagaimana hal ini disampaikan Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhu

أنَّ النّبيّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خرج إِلى المصلّى فاستسقى، فاستقبل القبلة وقلب رداءه

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju tanah lapang kemudian shalat istisqa, beliau menghadap kiblat dan membalik kain pakaian atasan beliau. (HR. Bukhari 1012 dan Muslim 894).

Saat shalat Istisqo dilaksanakan dengan rasa tunduk, tawadhu, penuh redah diri dan khusyu.

Berikut simak tata cara shalat Istisqo berserta doa-doa yang dipanjatkan, dikutip dari konsultasisyariah.com dan sumber lainnya.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Berikut Keutamaannya, Ada 5 Khasiatnya bagi Kesehatan

Tata Cara Shalat Istisqo

1. Membaca niat

Berikut bacaan niat Shalat Istisqo

اُصَلِّ سُنَّتَ الأِسْتِسْقَاءِرَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مأَمُوْمًالِلّٰهِ تَعَالٰى. اَللّٰهُ اَكْبَرْ

"Ushalli Sunnatal Istisqa’i rak’ataini (imaman atau ma’muman) Lillahi Ta’ala."

Artinya :

“Saya Niat Salat Sunah Istisqa’ Dua Rakaat (jadi imam atau makmum) karena Allah Ta’ala.”

2. Shalat dua rakaat

Shalat sunnah ini terdiri dari dua rakaat.

Pada rakaat pertama, takbir 7 kali.

Membaca Al-Fatihah dan membaca surat-surat Al Quran.

Kemudian ruku, i'tidal, sujud, dan berdiri di rakaat kedua.

Pada rakaat kedua takbir dilafalkan 5 kali.

Lalu membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat-surat Al Quran.

Kemudian dilanjutkan sampai salam.

3. Khutbah

Sebenarnya pelaksanaan khutbah bisa dilakukan sebelum atau sesudh shalat.

Puasa Ayyamul Bidh Masih Berlangsung, Berikut Bacaan Niat Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

4. Berdoa

Diriwiayatkan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau menceritakan Rasulullah duduk di atas mimbar.

Setelah itu Rasulullah mengangungkan Allah dan memuji-Nya, kemudian berkhutbah:

إِنّكم شكوتم جدْب دياركم واستئخار المطر عن إِبّان زمانه عنكم، وقد أمَركم الله عزّ وجلَّ أن تدْعوه، ووعدَكم أن يستجيب لكم

“Sesunggunnya kalian mengaduhkan kekeringan di tempat kalian dan hujan yang telat turun dari biasanya. Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan menjanjikan untuk mengabulkan doa kalian.”

Berikut doa yang dipanjatkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

الحمد لله ربّ العالمين الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين. لا إله إلاَّ الله يفعل ما يريد، اللهمّ أنت الله لا إِله إلاَّ أنت الغني ونحن الفقراء، أنزِل علينا الغيث، واجعل ما أنزلتَ لنا قوّة وبلاغاً إِلى حين

“Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih Penyayang, Raja di hari pembalasan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Kaya, dan kami makhluk miskin. Turunkanlah hujan kepada kami, jadikan hujan yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal yang bisa mengantarkan kami sampai waktu tertentu.”

5. Bedoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan

Saat memanjatkan doa, Rasulullah mengangkat kedua tangganya.

Rasulullah membelakangi makmum atau menghadap kiblat.

Mengangkat dua tangan dengan tinggi ini dilakukan secara simbolisasi merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Pendapat Imam Malik, dianjurkan mengangkat tangan tinggi-tinggi waktu berdoa dalah imam.

6. Membaca Istigfar memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

7. Memperbanyak doa dalam khutbah.

Bacaan doa meminta hujan

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

“Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud: 1/303, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud: 1/216)

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Bacaan doa saat turun hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi awal musim hujan umumnya akan terjadi pada bulan Oktober.

Artinya masyarakat saat ini menantikan hujan tersebut turun.

Berikut bacaan doa saat turun hujan

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014)

Berita Populer
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved