Sabtu, 13 Juni 2026

Wiranto Diserang

Wiranto Jadi Target Penusukan Diduga Dianggap Simbol Thaghut Oleh Teroris, Pelaku Sudah Terlatih

Pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto diduga nekat melakukan aksinya karena telah terpapar jaringan ISIS.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
Kolase Tribun Jabar (Istimewa dan Instagram/wiranto.official)
Pasangan suami istri berani tusuk Wiranto. 

TRIBUNJABAR.ID - Pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto diduga nekat melakukan aksinya karena telah terpapar jaringan ISIS.

Menurut peneliti terorisme UI Ridlwan Habib, Wiranto menjadi target teroris dikarenakan dianggap sebagai simbol Thaghut yang harus diperangi.

Dua pelaku adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana.

"Pelaku inisial S alias AR secara ideologi menolak Pancasila dan demokrasi, dan Menkopolhukam dianggap sebagai simbol Thaghut atau setan besar yang wajib diperangi," ujar peneliti terorisme UI Ridlwan Habib di Jakarta (10/10/2019).

Suami Istri Pelaku Penyerangan Terhadap Menkopolhukam Wiranto Baru 2 Bulan Tinggal di Pandeglang

Serangan itu dilakukan oleh dua orang yang mempunyai mental kejam dan nekad.

"Mereka berpura-pura sebagai warga masyarakat yang menunggu mobil Menkopolhukam mendekat, jarak pelaku saat menunggu hanya 3 meter dari sasaran, ini kelengahan pihak pengamanan setempat," kata Ridlwan.

Dari berbagai video maupun foto yang beredar di media sosial, tampak dua pelaku memang menunggu mobil Wiranto datang. Keduanya berdiri tepat di samping Kapolsek.

"Jarak itu memungkinkan pelaku merangsek dari sudut kiri belakang pak Wiranto, sudut itu kosong karena ajudan menghadap ke kanan, " kata Ridlwan yang juga praktisi beladiri KravMaga tersebut.

Sosok perempuan pelaku penyerangan Menko Polhukam, Wiranto.
Sosok perempuan pelaku penyerangan Menko Polhukam, Wiranto. (Istimewa)

Dari cara memegang senjata saat dihunjamkan ke sasaran, tampak pelaku cukup terlatih.

"Teroris itu memegang senjatanya dengan teknik reverse grip, atau pegangan terbalik yang mengakibatkan daya hunjaman dua kali lebih kuat dari gaya pegang biasa, " ujar alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Ridlwan menilai, informasi kunjungan Wiranto ke desa Menes Pandeglang yang memicu kedua pelaku untuk beraksi.

"Itu jelas tidak spontan, ada niat jahat yang sudah direncanakan, termasuk teknik pelaku menyembunyikan senjata tanpa terdeteksi petugas keamanan setempat," kata Ridlwan.

Kejadian ini menurutnya merupakan alarm bagi aparat keamanan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Evaluasi prosedur pengamanan VVIP, cek ulang, peta simpatisan atau orang orang yang terpapar paham terorisme, dan segera lakukan pencegahan dini, " kata Ridlwan.

Meski begitu, Ridlwan berharap, serangan teroris terhadap Menkopolhukam Wiranto tidak menimbulkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

"Tujuan kelompok-kelompok teroris memang ingin menyebarkan rasa takut, saling curiga bahkan konflik antar warga, ini harus dilawan dengan kekompakan semua elemen bangsa, " katanya.

Abu Rara Penusuk Wiranto, Dikenal Pendiam, Pernah Punya Kantor, dan Sempat Cerai 2 Kali

Berani Tusuk Wiranto di Depan Orang Banyak, Pelaku Suami Istri, Tinggal di Kontrakan di Pandenglang

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved