Warga Berharap Pemerintah Rawat Taman Junghuhn di Jayagiri, Biar Tidak Terbengkalai

Warga Kampung Junghuhn, RT 4/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Warga Berharap Pemerintah Rawat Taman Junghuhn di Jayagiri, Biar Tidak Terbengkalai
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Cagar budaya Taman Junghuhn di Jayagiri Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Warga Kampung Junghuhn, RT 4/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menginginkan Cagar budaya Taman Junghuhn yang sudah lama terbengkalai bisa kembali terawat dan diperhatikan oleh pihak terkait.

Berdasarkan plang yang berada di taman tersebut, taman yang memiliki luas sekitar 2,5 hektare itu berada dibawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Keinginan warga agar taman tersebut bisa terawat kembali karena saat ini, kondisinya sudah tidak terlihat seperti taman biasanya yang rapih, bersih dan tertata.

"Iya kalau warga inginnya taman ini bisa terurus lagi karena kalau kami hanya bisa sebatas untuk membersihkan sampahnya saja," ujar warga sekitar Oting saat ditemui di Cagar budaya Taman Junghuhn.

Rumah Pelaku Penusukan Wiranto di Medan Didatangi Polisi, Abu Rara Dikenal Ramah dan Aktif

Ia mengatakan, selama taman tersebut terbengkalai warga sekitar sudah jarang yang menggunakan sebagai tempat bermain atau sekedar bersantai karena tempatnya sudah tidak nyaman seperti dulu.

"Warga hanya bisa membersihkan sampah seadanya saja dengan cara gotong royong ketika sampahnya sudah banyak," ujar wanita berusia 68 tahun ini.

Menurutnya, taman tesebut memang memiliki nilai sejarah yang tinggi, hanya saja dirinya tidak mengetahui secara detail terkait sejarah taman tersebut.

Namun, berdasarkan cerita yang beredar, taman ini sengaja dibangun sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmuwan, doktor, botanikus, geolog, dan ahli bumi berkebangsaan Belanda bernama Franz Wilhelm Junghuhn.

Ketua RT 4, Ayi Mahfud, mengatakan, warga sekitar memang kerap gotong royong untuk membersihkan taman tersebut agar kondisinya tidak terlalu dipenuhi sampah dan daun kering.

Rekam Jejak Wiranto Sebelum Tragedi Penusukan atau Diserang di Banten, Pernah Tuai 3 Kontroversi Ini

"Karena taman ini sudah lama tidak terawat, jadi warga juga menginginkan taman ini bisa bersih dan rapih lagi," katanya.

Pantauan Tribun Jabar, kondisi taman tersebut saat ini terlihat sudah tidak tertata, bahkan hanya tampak seperti kebun biasa yang banyak sampah dan daun-daun kering yang beserakan di sekitar taman.

Selain itu, sebuah makam yang berada di sekitar taman juga bagian temboknya sebagian sudah hancur. Namun sejauh ini belum ada informasi jelas terkait keberadaan makam siapa yang ada di taman tersebut.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved