VIDEO Pembunuhan Anak Kandung di Indramayu? Pelaku Peragakan 23 Adegan Dibacok Hingga Ditimpa Batu

Ada sebanyak 23 adegan yang di lakukan para tersangka, mulai dari rencana pembunuhan hingga proses pembunuhan sadis terhadap Carudin.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Polres Indramayu melakukan rekontruksi atau reka ulang adegan kasus pembunuhan sadis ibu kandung berinisial DRH (50) terhadap anak semata wayangnya yang bernama Carudin (32).

Reka adegan itu dilakukan di Kawasan Waduk Bojongsari Indramayu, Kamis (10/10/2019).

Ada sebanyak 23 adegan yang di lakukan para tersangka, mulai dari rencana pembunuhan hingga proses pembunuhan sadis terhadap Carudin.

Pelaku utama DRH yang sekaligus ibu kandung korban hadir dalam rekontruksi itu, ia mengenakan pakaian gamis coklat berkerudung hitam.

DRH juga turut berperan dalam rekontruksi kasus pembunuhan anak kandungnya.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, para pelaku melakukan adegan sesuai kejadian sebenarnya.

Tampak sadis pada saat adegan pembunuhan. Korban Carudin yang diperagaan oleh anggota Polres Indramayu mula-mula dibacok menggunakan replika golok oleh para pelaku.

Kemudian, korban tergeletak lalu ditimpa replika batu besar tepat dibagian kepala.

Saat itu DRH tidak tampak saat proses adegan pembunuhan.

Namun, saat berperan merencanakan pembunuhan di awal adegan, sorot mata DRH terlihat berkaca-kaca dalam memainkan perannya.

Ia mempraktikkan kejadian yang sebenarnya itu dipandu anggota kepolisian Polres Indramayu.

Diberitakan sebelumnya, DRH (50) berhasil ditangkap jajaran Polres Indramayu setelah menjadi otak pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Yoris MY Marzuki mengatakan, korban bernama Carudin (32) sekaligus anak semata wayang pelaku, warga Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

"Korban dibunuh dengan sadis di kawasan Hutan Lindung Gunung Kalong Desa Cikawung, Blok Ciselang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (27/9/2019).

Kapolres menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB.

Lanjut dia, ada enam pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Tiga orang di antaranya sudah berhasil diringkus polisi, mereka yakni DRH (50) yang berindak sebagai otak pembunuhan sekaligus ibu kandung korban, WRSN (55) dan WRD (27) sekalu eksekutor pembunuhan.

"3 orang pelaku lainnya masih DPO, yaitu PJ (17), BJ (16), dan IG (30), mereka bertindak sebagai eksekutor," ujar dia.

Diketahui, DRH ingin melenyapkan nyawa anaknya itu karena selalu menguras harta kekayaan miliknya dan memiliki prilaku seks menyimpang atau LGBT.

"Dia itu suka menjual-jual harta, terakhir itu jual sawah, harganya Rp 100 juta," ucap DRH kepada Tribuncirebon.com seusai konferensi pers di Mapolres Indramayu.

Saat disinggung terkait berapa jumlah harta yang dihabiskan Carudin, DRH tidak menyampaikan secara detail.

Namun diakui DRH, uang tabungan beserta aset kekayaan seperti sawah dan lain-lain udah hampir ludes dijual oleh anaknya tersebut.

Dirinya menceritakan, uang tersebut digunakan Carudin untuk memenuhi napsunya berpoyah-poyah.

Selain hidup glamor, uang tersebut juga digunakan untuk memenuhi napsu korban yang menyimpang, yakni bergaul dengan sesama jenis atau LGBT.

Selain itu, diungkapkan DRH, Carudin juga merupakan pecandu narkoba.

Bahkan tidak jarang, DRH demi memuaskan napsunya itu, korban sering melakukan tindak kekerasan terhadap tersangka apabila tidak mau menuruti keinginannya.

DRH sempat berfikir ingin melaporkan anaknya itu ke polisi atas perbuatan yang selama ini ia alami.

Namun, niatan itu urung karena merasa tidak tega melihat anak satu-satunya itu mendekam di penjara, DRH lebih memilih untuk melenyapkan nyawa anaknya tersebut.

Penulis: Handhika Rahman
Video Production: Wahyudi Utomo

Editor: yudix
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved