Taman Junghuhn di Jayagiri Lembang Kondisinya Terbengkalai, Padahal Bernilai Sejarah Tinggi

Cagar budaya Taman Junghuhn di Kampung Junghuhn, RT 4/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Taman Junghuhn di Jayagiri Lembang Kondisinya Terbengkalai, Padahal Bernilai Sejarah Tinggi
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Cagar budaya Taman Junghuhn di Jayagiri Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Cagar budaya Taman Junghuhn di Kampung Junghuhn, RT 4/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kondisinya sudah lama terbengkalai dan tampak tidak terawat.

Berdasarkan cerita yang beredar di kalangan warga sekitar, taman tersebut sengaja dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada ilmuwan, doktor, botanikus, geolog, dan ahli bumi berkebangsaan Belanda bernama Franz Wilhelm Junghuhn.

Hal itu diperkuat dengan adanya tugu di taman yang bertulisan nama Franz Wilhelm Junghuhn yang lahir di Mansfeld atau Magdeburg 26 Oktober 1809 dan meninggal di Lembang pada 24 April 1864.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (10/10/2019), kondisi taman tersebut saat ini terlihat sudah tidak tertata, bahkan hanya tampak seperti kebun biasa yang banyak sampah dan daun-daun kering yang beserakan di sekitar taman.

Begini Kondisi Terkini Menko Polhukam Wiranto Setelah Diserang Orang Tak Dikenal

Selain itu, sebuah makam yang berada di sekitar taman juga bagian temboknya sebagian sudah hancur. Namun sejauh ini belum ada informasi jelas terkait keberadaan makam siapa yang ada di taman tersebut.

"Taman ini sudah lama terbengkalai, setahu saya kurang lebih ada sekitar 10 tahun kondisinya seperti ini (tak terawat)," ujar warga sekitar Oting (68) saat ditemui di Cagar budaya Taman Junghuhn.

Taman ini lokasinya sangat dekat dengan rumah warga, namun warga tetap merasa nyaman meski kondisi taman tersebut tidak terawat, hanya saja warga khawatir ada pohon tumbang ketika musim hujan tiba.

"Kalau saya sih nyaman-nyaman saja karena suka ada dari polisi hutan (Polhut) yang membersihkan taman ini dua minggu satu kali dan warga juga suka gotong royong ikut membersihkan," katanya.

Menurutnya, dulu taman ini sangat asri, bersih dan tertata, sehingga sangat nyaman untuk dijadikan teman rekreasi keluarga, sehingga ia berharap taman tersebut kondisinya bisa seperti dulu lagi.

Aktris Korea Kang Sora Puji Sheryl Sheinafia Perankan Ketua Geng di Film Bebas, Berenergi dan Segar

"Saya kan sejak kecil disini, jadi tahu kondisi taman ini dulunya bagaimana. Dulu tidak seperti ini, tapi sangat bersih dan asri," kata Oting.

Ketua RT 4, Ayi Mahfud, membenarkan bahwa taman tersebut sejak lama tidak terawat, bahkan jaman dulu kerap digunakan oleh pemuda untuk melakukan hal yang negatif karena tidak ada penjaganya.

"Tapi kalau sekarang sudah enggak, paling hanya digunakan oleh pemuda untuk nongkrong-nongkrong biasa," katanya.

Ia berharap ada penataan taman tersebut dari pihak terkait terutama untuk pohon-pohon yang sudah tua untuk ditebang, kecuali pohon Kina yang dilindungi dan dilarang untuk ditebang.

"Seharusnya pohon yang sudah tua ditebang dan di dalam tamannya dibersihkan agar tidak terbengkalai seperti ini," kata Ayi.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved