Kesaksian Dimas Saat Kerusuhan di Wamena, Ada Balita Dilempar ke Bara Api

Kerusuhan di Wamena Papua pada 23 September 2019 menjadi kisah yang paling tidak bisa dilupakan bagi Dimas Marseto (28).

Kesaksian Dimas Saat Kerusuhan di Wamena, Ada Balita Dilempar ke Bara Api
tribunjabar/Handhika Rahman
Dimas Marseto (28) warga asal Desa Kalimati Blok Beringin, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu yang selamat dari tragedi pecahnya kerusuhan di Wamena, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kerusuhan di Wamena Papua pada 23 September 2019 menjadi kisah yang paling tidak bisa dilupakan bagi Dimas Marseto (28).

Dimas Marseto sendiri merupakan warga asal Desa Kalimati Blok Beringin, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu yang selamat dari tragedi pecahnya kerusuhan di Wamena.

Sembari mengenang kejadian itu, ia bercerita, saat itu banyak sekali rumah warga luar Papua yang dibakar para perusuh.

Warga-warga luar Papua itu dipanggang hidup-hidup di dalam kobaran api.

"Macam-macam ada yang dibakar dan dibunuh," ujar dia kepada Tribuncirebon.com pascakepulangannya dari Wamena di Pendopo Indramayu, Kamis (10/10/2019).

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk di Pandeglang, Siapa Penusuknya? Ini Kata Polisi

Ia bercerita, kisah paling tragis ialah saat ada seorang balita berusia 3 tahun yang keluar dari sebuah kios.

Kios itu dibakar para perusuh beserta penghuninya yang merupakan orangtua bocah tersebut.

Saat balita itu keluar, ia ditangkap oleh para perusuh yang kemudian dilemparkan dengan kondisi menangis histeris ke dalam bara api hingga hangus terbakar.

"Saya lihat sendiri tapi tidak terlalu jelas karena agak jauh. Keluarga itu tetangga saya hanya berjarak 200 meter," ucap Dimas Marseto.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved