Kejari Majalengka Musnahkan Ganja, Sabu, Tembakau Gorila, dan Obat Terlarang, Kasusnya Sudah Inkrah

Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka memusnahkan ratusan barang bukti narkotika zat adiktif yang mengandung narkotika

Kejari Majalengka Musnahkan Ganja, Sabu, Tembakau Gorila, dan Obat Terlarang, Kasusnya Sudah Inkrah
tribunjabar/eki yulianto
Barang Bukti Zat Adiktif yang mengandung Narkotika dimusnahkan, Kamis (10/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka memusnahkan ratusan barang bukti narkotika zat adiktif yang mengandung narkotika dan psikotropika, Kamis (10/10/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Sri Indriarti mengatakan barang bukti yang telah disidangkan berupa sabu, ganja, berbagai macam pil, obat keras dan tembakau.

"Ada ratusan barang yang melanggar undang-undang narkotika, psikotropika atau undang-undang kesehatan," ujar Sri kepada Tribuncirebon.com, Kamis (10/10/2019).

Menurut Sri, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari berbagai kasus yang telah disidangkan dalam pengadilan.

Semua barang bukti, kata dia, memiliki kekuatan hukum tetap alias inkrah.

"Yang dimusnahkan kali ini ada ganja seberat 23,41 gram, sabu seberat 8,94 gram," ucap dia.

Ashanty Ungkapkan Ketakutannya karena Kondisi Kesehatannya Menurun, Begini Kata Istri Anang

Lanjut dia, ada juga beberapa pil berbagai jenis yang kali ini dimusnahkan, seperti pil dextro sebanyak 3.932 butir, pil tramadol sebanyak 2.125 butir, pil trihexyphenidyl sebanyak 4.044 butir, pil alprazolam sebanyak 2.978 butir, dan pil merlopam sebanyak 24 butir.

Kemudian, pil vlonazepam sebanyak 5 butir dan pil estrazolam sebanyak 14 butir juga dimusnahkan.

"Ada juga obat keras sebanyak 50 butir dan tembakau gorilla sebanyak 66 linting tembakau gorilla yang siap pakai, 1 linting tembakau sintesis jenis gorilla sisa pakai dan 1 paket golden bear yang berisi dua bungkus tembakau sistesis jenis gorilla," kata Sri.

Pemusnahan barang bukti tersebut juga diikuti oleh beberapa stakeholder, yaitu Polres Majalengka, KPN, Lapas Majalengka dan Dinas Kesehatan Majalengka.

Cerita Wasini Sekeluarga Selamat dari Kerusuhan di Wamena, 3 Jam Tiarap di Hamparan Kotoran Babi

Sri mengimbau, masyarakat agar tidak menjual atau memakai barang haram tersebut.

Sebab, disampaikan dia, selain dilarang oleh negara, barang tersebut juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved