Gelar Konferensi Internasional & RTA, Ini Agenda Utama Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia

AIPNI berupaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan keperawatan di Indonesia agar setara satu sama lain sesuai standar yang ditetapkan.

Gelar Konferensi Internasional & RTA, Ini Agenda Utama Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) menggelar Konferensi Internasional serta Rapat Tahunan Anggota (RTA) di El Royale Hotel Bandung mulai tanggal 10 hingga 12 Oktober 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) berupaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan keperawatan di Indonesia agar setara satu sama lain sesuai standar yang ditetapkan.

Upaya ini akan terus ditingkatkan, terlebih saat ini di bawah pimpinan Dr Muhammad Hadi, SKM MKep.

Muhammad Hadi mengatakan bahwa institusi pendidikan ners di Indonesia seyogyanya harus selalu memperhatikan dan melaksanakan budaya mutu agar terjadi perbaikan terus-menerus (continuous quality improvement) sehingga tercapai quality teaching improvement, research dan hilirisasi hasil evidence terkini.

Sehingga ini nantinya tidak hanya menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang baik, dan unggul, akan tetapi akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan (quality health services) sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.

"Terciptanya budaya mutu dan pencapaian kualitas pelayanan keperawatan dan kesehatan yang baik akan meningkatkan daya saing perawat Indonesia baik tingkat regional ASEAN maupun tingkat internasional. Tantangan AIPNI ke depan pada era disruption atau revolusi industri 4.0 tidaklah sedikit dan ringan, terutama bagaimana melakukan perbaikan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di institusi pendidikan tinggi keperawatan di Indonesia yang harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu bekerja dengan baik di Indonesia maupun di luar negeri," kata Muhammad Hadi di sela Konferensi Internasional dan Rapat Tahunan Anggota AIPNI ke-18 di El Royal, Kamis (10/10/2019).

Hal lain yang harus dilakukan oleh pendidikan tinggi keperawatan, kata Muhammad Hadi, adalah bagaimana berkontribusi dalam hal perbaikan mutu pelayanan kesehatan yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Di era disruption ini dimana perkembangan teknologi berjalan sedemikian cepatnya, sudah seyogyanya mendorong dosen-dosen di perguruan tinggi keperawatan untuk senantiasa belajar hal -hal yang baru, current evidence, inovasi-inovasi terkini dengan masa kadaluarsa yang relatif cepat.

"Jika kita tidak update, maka akibatnya gap akan muncul apakah research practice gaps ataupun theory practice gaps akan semakin lebar," ujarnya.

Oleh karena itu, Muhammad Hadi menekankan bahwa pimpinan pendidikan tinggi keperawatan beserta dosen-dosen keperawatan harus senantiasa aware dan mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi, meningkatkan kompetensi, maupun melakukan berbagai inovasi agar kualitas pendidikan keperawatan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved