7 Warga Garut Bertahan Tinggal di Papua, 18 Orang Telah Pulang ke Kampung Halaman

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut mencatat masih ada tujuh warga Garut yang bertahan di Papua.

7 Warga Garut Bertahan Tinggal di Papua, 18 Orang Telah Pulang ke Kampung Halaman
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sejumlah kerabat warga Garut yang merantau di Papua berbincang dengan sanak saudara mereka saat tiba di Kantor Bupati Garut, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut mencatat masih ada tujuh warga Garut yang bertahan di Papua.

Sedangkan yang telah kembali ke Garut sebanyak 18 orang.

Plt Kepala Dinsos Garut, Nurdin Yana, menuturkan, ketujuh orang tersebut memilih menetap di Papua. Mereka merasa aman sehingga memutuskan tak ikut pulang ke Garut.

"Sebagian tinggal di Wamena dan sisanya di Jayapura. Kalau di Jayapura kondisinya aman. Untuk yang tinggal di Wamena rumahnya berada di sekitar Polres," ujar Nurdin, Kamis (10/10/2019).

18 Pengungsi dari Papua Tiba di Garut, Ade:Warga Wamena Sangat Baik ke Pendatang

Pemkab Garut Berikan Trauma Healing 18 Warga yang Pulang dari Papua

Meski tak memilih pulang, Nurdin menyebut jika pihaknya terus melakukan pemantauan. Pihaknya pun sudah mendapatkan data warga Garut yang bertahan di Papua.

"Kami sudah ada datanya. Jadi jika ingin pulang bisa dihubungi," katanya.

Untuk warga yang sudah kembali, Dinsos sudah menyiapkan tim untuk melakukan pemulihan trauma. Pasalnya, ke 18 warga itu sudah dua minggu tinggal pengungsian.

"Fisiknya kemarin setelah diperiksa semua sehat. Tapi psikisnya memang terkena karena syok saat kerucuhan pecah," ucapnya.

Sindikat Pencuri Motor di Garut Ditangkap Jajaran Kepolisian, Awalnya Terungkap dari Media Sosial

Saat Vina Garut Berani Muncul, Begini Penampilannya Setelah Video Panas Lawan 3 Pria Bikin Heboh

Jika kondisi di Papua sudah kondusif, ke 18 warga Garut bisa kembali merantau. Usaha yang dilakoni warga Garut itu sudah turun temurun dan puluhan tahun.

"Di sana mereka usaha dan cukup berhasil. Peluangnya juga besar makanya memilih usaha ke Papua," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya sudah membangun komunikask dengan paguyuban Sunda yang ada di Papua. Paguyuban itu dimanfaatkan agar koordinasi warga Garut di Papua bisa lebih baik lagi.

"Jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, Pemkab bisa melindungi warganya dengan cepat. Tidak kehilangan komunikasi," katanya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved