Ratusan Murid SD Assalaam Antusias Memperlihatkan Jati Diri Kasundaan

civitas SD Assalaam Bandung, yang secara aktif turut serta melakukan upaya-upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda kepada para muridnya

Ratusan Murid SD Assalaam Antusias Memperlihatkan Jati Diri Kasundaan
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Sejumlah murid SD Assalaam antusias mencoba makanan tradisional khas Sunda dalam acara Ngamumule Budaya Sunda yang digelar di SD Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Untuk menjaga kelestarian budaya Sunda di tengah serbuan budaya asing di era serba terbuka saat ini, perlu ditanamkan rasa memiliki dan bangga menggunakan adat dan budaya Sunda sejak diri dalam diri anak-anak.

Hal itu sangat disadari betul oleh civitas SD Assalaam Bandung, yang secara aktif turut serta melakukan upaya-upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda kepada para muridnya.

Hal ini seperti terlihat dalam helaran akbar yang digelar pihak sekolah dan Yayasan SD Assalaam yang menggelar acara Ngamumule Budaya Sunda yang digelar di SD Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Rabu (9/10/2019).

Srikandi Pasundan Se-Jabar dan Banten Kumpul di Cianjur, Gelar Muktamar dan Hasilkan Piagam Pasundan

Nuansa Sunda Warnai Hari Jadi Kota Bandung, Mang Oded Ngantor Disambut Lengser

Wacana Ganti Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Pasundan, Begini Jawaban Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Dalam kegiatan ini sebanyak 500 murid, 100 guru, dan 100 orang tua murid berpartisipasi langsung dalam helaran Ngamumule Budaya Sunda.

Dalam acara ini seluruh murid SD Assalaam terlihat antusias mengikuti jalannya acara dan mereka seakan terlihat bangga bisa memperlihatkan jati diri ke- Sunda-an mereka.

Sejumlah murid SD Assalaam memperlihatkan semangat tinggi memainkan kaulinan (permainan) khas Sunda, galah, dalam acara Ngamumule Budaya Sunda yang digelar di SD Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019)
Sejumlah murid SD Assalaam memperlihatkan semangat tinggi memainkan kaulinan (permainan) khas Sunda, galah, dalam acara Ngamumule Budaya Sunda yang digelar di SD Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019) (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Menurut Kepala Sekolah SD Assalaam, Jaenudin MPd, terdapat tiga kegiatan utama yang digelar di acara ini.

"Pertama adalah Karnaval menggunakan pakaian adat Sunda yang diikuti 700 orang, kedua adalah Kaulinan Budak dimana para murid diperkenalkan dengan permainan-permainan khas Sunda yang dulu sering dimainkan anak-anak namun kini semakin terkikis keberadaannya oleh teknologi, dan ketiga adalah Katuangeun dimana seluruh kelas berpartisipasi menghadirkan makanan khas Sunda. Makanan ini di pajang dan kemudian dinikmati oleh seluruh peserta dan masyarakat umum," katanya.

Adapun tujuan utama penyelenggaraan Ngamumule Budaya Sunda, kata Jaenudin, adalah mengajak kepada masyarakat untuk berperan aktif memelihara budaya Sunda serta menumbuhkan rasa cinta dan tahu kepada anak-anak tentang budaya Sunda sejak dini.

"Karena budaya Sunda ini bukan budaya jadul melainkan sejajar dengan budaya-budaya kekinian dari bangsa lain. Kita harus bangga memiliki dan berbudaya Sunda," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, yang turut hadir dan membuka acara, mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi langkah yang dilakukan civitas SD Assalaam yang berperan aktif dalam rangka ngamumule budaya Sunda.

"Budaya itu adalah ciri khas bangsa yang harus dikenalkan kepada anak sejak dini sehingga mereka tidak akan lupa kepada budaya lokal dimana mereka berada," kata Hikmat.

Menurut Hikmat, nilai-nilai budaya mengajarkan kepada manusia kehidupan dan penghidupan saling mernghargai dan menghormati satu dengan yang lain serta paham akan hak dan kewajiban.

"Mudah-mudahan dengan pemahaman budaya Sunda yang sekarang diperkenalkan melalui perrmainan, makanan, termauk kesenian, ini akan tertanam di dalam diri mereka di mana jika kelak mereka jadi pemimpin besar, mereka akan tetap menghormati budayanya," katanya. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved