Pengerjaan Proyek di Kompleks Pemda KBB Buruk, Aa Umbara Minta Bongkar Pembangunan Kirmir

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara menilai proyek pembangunan di pelataran Masjid Agung Ash-Shidiq

Pengerjaan Proyek di Kompleks Pemda KBB Buruk, Aa Umbara Minta Bongkar Pembangunan Kirmir
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Aa Umbara saat menunjau pembangunan di Pemkab Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Bupati Bandung Barat, Aa Umbara menilai proyek pembangunan di pelataran Masjid Agung Ash-Shidiq yang dilakukan kontraktor pemenang tender proyek insfrastruktur tahun 2019 kualitas pekerjaannya sangat buruk.

Menurut Aa Umbara, proyek pembangunan kirmir yang berada di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat tersebut kirmir tidak simetris dan bahan baku yang digunakan pun diprediksi kualitasnya rendah.

"Jadi saya khawatir tidak akan bertahan lama dan diprediksi akan ambrol jika musim hujan datang. Pokoknya proyek ini harus dibongkar dan kontraktor wajib memperbaiki kualitas pekerjaannya," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (9/10/2019).

Melihat pengerjaannya seperti itu, menurut Aa Umbara, kontraktor pemenang tender tersebut menjual pekerjaannya ke sub kontraktor lainnya, sehingga kualitas pekerjaan dikurangi dan jauh dari kualitas standar konstruksi.

Ternyata Begini Cara Polisi Bongkar Perjudian Terselubung di Apartemen Robinson, Kasino Baru 3 Hari

"Pekerjaan di sekitar pusat pemerintahan saja seperti ini, apalagi pekerjaan-pekerjaan lain di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Jadi harus ada pengawasan lebih ketat," katanya.

Atas hal tersebut, untuk ke depan, pihaknya akan terus memantau progres pembangunan infrastruktur yang di KBB dan akan turun langsung melihat pekerjaan kontraktor hingga ke pelosok daerah.

"Karena proyek ini menggunakan uang rakyat, manfaatnya akan dirasakan rakyat. Jangan sampai sudah dibangun malah rusak, sebab yang disalahkan pasti saya juga," ucapnya.

Agar kualitas pekerjaan sesuai spek, pihaknya juga mengimbau kontraktor pemenang tender proyek untuk mengerjakan sendiri pekerjaan yang didapatkannya.

Kisah Tragis Seorang Gadis di Tasikmalaya, Digilir Lima Pemuda Hingga Akhirnya Hamil

Selain itu, pihak kontraktor pemenang lelang juga tidak diperkenankan untuk menjualnya kembali kepada subcontractor lainnya, sehingga harus ada pengawasan internal dari dinas terkait.

"Hal itu memang harus lebih ditingkatkan lagi untuk menghindari para kontraktor nakal," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved